METROBATAM.COM, KOTAMOBAGU – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, mengingatkan seluruh wartawan agar terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, derasnya arus informasi melalui media sosial menjadi tantangan sekaligus peluang bagi insan pers untuk tetap eksis dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Munir saat menghadiri pelantikan pengurus PWI di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi dan kehadiran berbagai platform digital telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi. Kondisi ini menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi terbaru, serta memperkuat profesionalitas.
“Wartawan tidak boleh menyerah kepada kemajuan teknologi. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” tegas Munir.
Munir juga mengingatkan agar media massa tidak tertinggal dalam persaingan distribusi informasi di tengah popularitas konten media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Saat ini, siapa pun memang dapat memproduksi dan menyebarkan informasi melalui platform digital. Namun, menurutnya, tidak semua konten yang beredar menerapkan kaidah dan prinsip jurnalistik secara benar.
Karena itu, wartawan profesional harus hadir dengan karya jurnalistik yang mengedepankan akurasi, keberimbangan, verifikasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karya jurnalistik harus menjadi literasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain tantangan profesionalitas, Munir turut menyoroti persoalan ekonomi yang kini dihadapi perusahaan media. Dominasi platform digital global dan perubahan algoritma dinilai turut memengaruhi pendapatan iklan media, baik cetak, radio, televisi maupun media daring.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, ia mendorong perusahaan pers agar memperkuat strategi distribusi berita, berinovasi, dan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang untuk memperluas jangkauan pembaca.
Munir berharap insan pers di Bolaang Mongondow Raya mampu menjadikan transformasi digital sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dan daya saing media.
Ia menegaskan, meskipun teknologi dan pola kerja jurnalistik terus berubah, ada hal mendasar yang tidak boleh ditinggalkan, yakni integritas, profesionalitas, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Dengan demikian, pers tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan digital, tetapi juga tetap menjalankan perannya sebagai penyedia informasi yang akurat, terpercaya, dan mencerdaskan masyarakat.














