Metrobatam.com, Anambas – Anggota Komisi III DPRD KKA, Darrusman menilai pembangunan sejumlah pelabuhan di Kecamatan Palmatak Mubazir. Pasalnya, setelah dibangun dengan anggaran yang cukup besar, pelabuhan tersebut tidak dipergunakan bahkan dibiarkan begitu Saja.
“Setidaknya di Kecamatan Palmatak ada dua pelabuhan yang dibangun pemerintah KKA yang tidak difungsikan yakni di Desa Langir dan Telok Pering di Desa Putik,”kata Darrusman, Kamis (28/4)
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyayangkan uang APBD yang dipergunakan untuk pembangunan pelabuhan tersebut, dan terkesan pembanguna tersebut hanya menghamburkan dana APBD. “Sayang pelabuhan tersebut dibangun dan tidak difungsikan dari perkiraan pembangunannya menelan dana yang tidak sedikit,”jelasnya.
Menurut Pria yang akrab dipanggil Iman itu salah satu penyebab tidak dipergunakannya pelabuhan tersebut akibat tidak adanya jalan untuk akses masyarakat menuju pelabuhan.”Jalannya tidak ada untuk menuju pelabuhan itu, bagaimana masyarakat mau menggunakannya.”paparnya.
Iman juga menilai saat itu bisa saja ada oknum yang mencari keuntungan dari pembangunan tersebut, sehingga dari awal tidak direncanakan dengan matang, dan akhirnya yang dirugikan itu adalah daerah itu sendiri.”Ini kesalahan sejak awal mulai dari perencanaanya, tak akan bisa dipergunakan oleh masyarakat kalau jalan tak ada,”sesalnya.
Alangkah baiknya, lanjut Iman, dana pembangunan jembatan digunakan untuk hal-hal yang lebih tepat dan menyentuh langsung masyarakat yang bisa dinikmati.
Pria yang juga Anggota Banggar DPRD itu mengungkapkan apa yang terjadi merupakan pengalaman berharga dan jangan sampai terulang, bahkan dirinya berjanji bersama anggota DPRD lainnya akan mencoret anggaran yang tidak sesuai dan hanya akan mumbazir.”Kita akan coret jika ada program yang seperti ini kedepan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,”jelasnya.
Iman berharap pemerintah yang saat ini benar-benar memperhatikan program pembangunan dan laksanakan yang tepat sasaran apalagi saat ini kondisi keuangan Anambas sedang dalam krisis akibat defisit anggaran. (Iduy)














