oleh

Ekspedisi Gurindam Sakti 2016 Ditutup

-BATAM-66 views

Metrobatam.com, Batam – Panglima Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung, didampingi Danrem 033 Wira Pratama, Brigjen TNI Madsuni menutup agenda kegiatan dan program Ekspedisi
Gurindam Sakti (EGS) 2016, di Kepulauan Riau (Kepri), secara resmi.

Penutupan EGS 2016 Kepri yang mulai dengan upacara bendera itu, dilakukan dilapangan Kodim 0316 Batam, yang diikuti oleh seluruh tim EGS yang terdiri dari unsur TNI Polri, perwakilan pemerintah daerah, Ormas FKPPI, PPM, dan relawan, Selasa (3/5) siang.

Sebagai Inspektur Upacara, Pangdam I BB, Mayjen TNI Lodewyk Pusung, mengatakan serta mengumumkan, Tim Ekspedisi Gurindam Sakti 2016 Kepri yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh itu, berhasil dengan baik, lancar, dan sukses.

“Atas nama pribadi dan Pangdam I BB ini, saya sangat berterimakasih
pada seluruh tim EGS 2016 Korem 033/WP Kepri. Begitu juga halnya kepada semua pihak terkait dan masyarakat. Kami mohon maaf atas sgala kesalahanserta kekurangan kami yang terjadi, selama digelarnya program EGS ini,” tegas Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Selasa (3/5) siang, di Aula Makodim 0316 Batam.

Setelah upacara penutupan, Pangdam I BB menyerahkan sertikat dan cindera mata kepada para peserta tim EGS 2016 Kepri, makan siang, dan hiburan bersama, serta ditutup dengan doa.

“Sebagai Pangdam I BB, saya sangat bangga kepada tim EGS 2016 Kepri ini, yang telah melaksanakan tugas sesuai agenda. Sehingga itu, bisa terlaksana dengan baik, aman dan lancar. Sehingga selama tugas ke pulau-pulau terdepan hingga balik ke pangkalan, tidak ada laporan negatif yang masuk. Baik dari wilayah tim EGS Korwil I Bintan, Korwil II Batam, Korwil III TBK serta Korwil IV Natuna,” ungkap Pangdam BB I.

Hasil dari ekspedisi ini, ujar Lodewyk Pusung, akan dijadikan sebagai bahan acuan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan sarana dan prasana, di daerah-daerah terpencil dan terdepan lainnya.

“Nah, data-data ini akan kita jadikan sebuah buku. Yang isinya berupa
data geografis, demografi, potensi wilayah konflik, potensi ekonomi masyarakat. Sehingga buku hasil ekspedisi akan menjadi satu acuan bagi pemerintah daerah untuk kedepannya,” terang Pangdam.

Begitu juga dengan kegiatan penyuluhan serta bakti sosial yang telah dihasilkan. Baik itu baksos jabanisasi, karya bakti, penyuluhan program KB, pengobatan massal, operasi bibir sumbing, operasi katarak serta upaya peningkatan ketahanan pangan daerah.

“Semoga semua itu akan berguna dan bermamfaat di masyarakat kita.
Sehingga, dengan kebersamaan itu menumbuhkan rasa cinta tanah air serta meningkatkan pertahanan keamanan nasional, bagi masyarakat kita yang berada di wilayah-wilayah perbatasan,” tukasnya. (iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed