Jaksa Agung Dapat Rapor Merah, Pengamat: Game is Over!

Metrobatam, Jakarta – Dua tahun menjabat sebagai Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo menuai kritik dari banyak pihak. Sebelumnya ada Kementrian PAN RB yang memberikan rapor merah kepada Kejaksaan Agung, terakhir lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) juga memberikan penilaian yang sama.

Mengomentari hal tersebut, Sekjen Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA), Sya’roni mengatakan dengan rekam jejak yang demikian buruk maka berat untuk mengharapkan prestasi gemilang dari Kejaksaan Agung di bawah pimpinan Prasetyo.

Read More

“Istilah ekstremnya game is over,” kata Sya’roni kepada Okezone, Jumat (25/11).

Kinerja Kejaksaan Agung terang Sya’roni tidak sebanding dengan anggaran negara yang sudah digelontorkan kepada Kejaksaan Agung. Mestinya penggunaan uang rakyat, kata dia harus memberikan juga dampak kepada rakyat.

“Kejaksaan Agung mestinya mampu menegakkan hukum dan mampu menunjukkan prestasi sebagaimana yang diharapkan oleh rakyat,” katanya.

Sya’roni, menduga intervensi politik menjadi penyebab tidak moncernya kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung). “Diakui atau tidak, dugaan intervensi politik begitu santer dikarenakan latar belakang Jaksa Agung yang merupakan aktor politik. Apalagi saat itu jabatan tersebut diduga kuat diperoleh karena adanya bagi-bagi kekuasaan,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, perbaikan kinerja Korps Adhyaksa sepenuhnya tergantung pada keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jika presiden menginginkan perubahan, evaluasi terhadap Jaksa Agung M Prasetyo sudah tak bisa ditawar lagi.

“Sudah terbukti Jaksa Agung tidak bisa diharapakan mendukung presiden dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Semuanya tergantung presiden,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Jaksa Agung M Prasetyo sudah mendapat sorotan sejak awal ditunjuk untuk memimpin Korps Adhyaksa oleh Presiden Joko Widodo. Selain berlatar belakang dari partai politik pendukung pemerintah, Prasetyo diketahui sudah pensiun sebagai jaksa.

Terlebih, kerja kejaksaan di bawah Prasetyo mendapat rapor merah dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Menurut ICW, Kejagung tak mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan korupsi.(mb/okezone)

Related posts