Prostitusi Online yang Manfaatkan WA Ini Bertarif Rp1,5 Juta Sekali Kencan

Metrobatam, Yogyakarta – Polresta Yogyakarta membongkar bisnis prostitusi online yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp (WA) untuk menawarkan pekerja seks komersial (PSK).

AS (21), warga Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menjajakan para wanita penghibur dengan cara membuat grup WA yang beranggotakan para pria hidung belang. Kepada para anggota grup, mucikari ini mematok tarif Rp1 juta – Rp1,5 juta untuk sekali kencan dengan para PSK yang dipekerjakannya.

Read More

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibisono mengungkapkan, aksi pelaku terbongkar saat salah seorang anggota polisi berhasil masuk dalam grup mesum tersebut. Dalam percakapan di komunitas pria hidung belang itu, tersangka menawarkan tiga orang PSK, masing-masing WAD, PM dan IRP.

Anggota yang menyamar lalu berpura-pura tertarik lalu memesan dua orang PSK sekaligus, yakni PM serta WAD dengan tarif Rp3 juta dan janjian bertemu di sebuah hotel di kawasan Jalan Tut Harsono, Timoho, Umbulharjo.

Dalam transaksi tersebut, tersangka menerima uang Rp1 juta dan sisanya akan dibayarkan kepada masing-masing PSK usai berkencan.

“Tersangka lalu datang ke hotel bersama PM, WAD serta IRP. Setelah bertemu kemudian anggota yang menyamar mengajak PM dan WAD masuk ke kamar, sedangkan tersangka beserta IRP menunggu di lobi hotel,” ungkap Tommy Wibisono, Rabu (30/11).

Saat itulah polisi yang telah merencanakan penjebakan segera menangkap pelaku. Tersangka tak dapat berkutik dan langsung digelandang beserta tiga orang PSK online yang dipekerjakannya itu ke Mapolresta Yogyakarta.

Kepada petugas, tersangka mengaku baru sekitar satu tahun ini membuat grup WA layanan prostitusi online tersebut. Para PSK yang direkrutnya merupakan kenalannya sendiri dan rata-rata berusia dibawah 25 tahun. Dalam setiap transaksi, mucikari ini mendapat bagian Rp500 ribu, sedangkan sisanya diberikan kepada PSK.(mb/okezone)

Related posts