oleh

Pihak Sekjen FUI: Tuduhan Makar via Gorong-gorong DPR Tak Masuk Akal

Metrobatam, Jakarta – Polisi menyatakan Sekjen FUI Muhammad Al Khathath dan beberapa orang lainnya diduga akan melakukan makar dengan cara memasuki gedung DPR melalui gorong-gorong. Pihak Al Khathath menyebut informasi yang disampaikan polisi itu tidak masuk akal.

“Tidak masuk akal. Ngapain masuk lewat gorong-gorong, emangnya tikus,” kata pengacara Al Khathath, Achmad Michdan dalam perbincangan, Selasa (4/4).

Michdan yang sudah melakukan pendampingan ketika Al Khathath dan kawan-kawan diperiksa menyatakan penyidik juga tidak pernah menyampaikan atau menanyakan hal tersebut saat pemeriksaan.

Michdan menyebut informasi mengenai makar melalui gorong-gorong kompleks DPR itu tidak sesuai dengan logika berpikir. Al Khathath dan kawan-kawan, kata Michdan, merupakan sosok yang sering berkunjung ke DPR.

“Kalau sekarang mereka mau masuk lewat gorong-gorong, bukankah itu malah membuat marah para anggota dewan yang merupakan tuan rumah. Kalau masuknya saja lewat gorong-gorong ya tidak mungkin diterima oleh anggota dewan,” ujar Michdan.

Pihak Sekjen FUI: Tuduhan Makar via Gorong-gorong DPR Tak Masuk AkalGorong-gorong gedung DPR/Foto: Faiq Hidayat/detikcom
Michdan juga meminta polisi mengungkap dengan jelas siapa pemberi informasi mengenai ‘makar via gorong-gorong’ tersebut.

“Sebut saja siapa yang mengungkap dan siapa itu perencananya. Kalau itu Al Khathath tidak mungkin,” kata Michdan.

Kemarin, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan massa akan masuk ke Gedung DPR melalui gorong-gorong. Hal itu sudah ditemukan dalam berbagai rapat atas permufakatan makar.

“Ada tujuh pintu dari hasil rapat itu, ada gorong-gorong nanti lewat situ bisa masuk. Jadi dengan asumsi bahwa jika semua massa sudah masuk gedung DPR, akan kesulitan untuk dikeluarkan. Ini sudah ada pemufakatan 2 sudah ada niat yang dihasilkan daripada rapat itu,” kata Kombes Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Namun polisi belum mengetahui inisiatif rencana tersebut. Ia mengaku sedang terus mendalami kasus dugaan permufakatan makar.

“Ya itu dalam satu rapat pertemuan di situ, kita sudah dalami ya. Kemudian juga bahwa untuk melakukan revolusi ini itu nanti akan di selenggarakan setelah tanggal 19 April, setelah pencoblosan, nanti akan baru dilaksanakan, itu udah direncakan di situ, terkait dengan pertemuan itu,” tutur Argo.(mb/detik)

News Feed