Nadiem Makarim Belum Tahu Besar Anggaran Pengganti UN

Metrobatam, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku belum mengetahui perkiraan besaran anggaran pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Namun demikian Nadiem menyebut jumlah anggaran nantinya tidak akan melebihi anggaran ujian nasional.

“Ada mispersepsi, dengan asesmen akan mengurangi biaya. Orang tesnya sama kok di dalam komputer. Apapun biaya tes komputer ya sama saja,” tutur Nadiem di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (23/12).

Bacaan Lainnya

Hanya saja, pendiri aplikasi Gojek itu memprediksi tidak ada selisih yang signifikan antara asesmen dengan ujian nasional.

“Tapi ngerti ya, prosesnya sama dengan UN. Anak-anak tetap harus dibawa ke komputer,” kata Nadiem.

Nadiem juga menjelaskan bahwa Asesmen Kompetensi Minimum nantinya tidak akan menilai siswa, melainkan untuk menilai sekolah. Nantinya sekolah dengan nilai asesmen rendah akan dievaluasi dan diprioritaskan untuk diberikan bantuan lebih.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno menjelaskan penilaian yang dimaksud Nadiem nantinya akan berbentuk seperti rapor untuk sekolah.

“Diagnostik kekurangan di mana, kelebihan di mana. Lalu bagaimana mengatasi kekurangan, itu detail,” tuturnya.

Mengenai mekanisme perbaikannya, kata Totok, Kemendikbud menyerahkan mandat tersebut ke sekolah.

“Jadi asesmen memberikan cermin saja, apa yang kurang di sekolahnya,” jelasnya.

Nadiem Makarim mengumumkan Ujian Nasional (UN) akan dihapus pada 2021. Dia menyebut Ujian Nasional yang selama ini menjadi salah satu standar kelulusan siswa akan dilaksanakan terakhir kali pada 2020.

Nadiem menyampaikan itu dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Nadiem mengungkapkan beberapa pertimbangan untuk mengganti sistem Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Hal yang paling utama, kata Nadiem, karena ujian nasional selama ini dinilai banyak bermasalah. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait