BNN: Duit Nasabah Digelapkan Oknum Pegawai, Bukan Bank Mandiri

Metrobatam, Makassar – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap ada oknum pegawai Bank Mandiri yang menggelapkan duit nasabah senilai Rp 2 miliar terkait aliran uang kasus narkoba ke rekening Haji Podda. Duit tersebut berasal dari Agus Sulo alias Lagu, seorang petani asal Sidrap yang nyambi sebagai pengedar narkoba.

“Itu kasusnya saya tangani Agus Sulo. Uangnya itu ngalir ke Haji Podda karena yang melakukan itu Agus Sulo, bukan Haji Podda. Haji Podda nasabah Bank Mandiri dan Agus Sulo diduga nasabah Bank Mandiri. Oleh si oknum Bank Mandiri, Rosni, agak-agak nakal, uangnya Haji Podda dan istrinya dan beberapa nasabah digelapkan sama dia. Jadi uangnya itu Agus Sulo dipindahkan ke rekening Haji Podda. Haji Podda ini tidak tahu apa-apa, tidak terlibat narkoba atau TPPU,” kata Direktur TPPU BNN, Brigjen Bahagia Dachi, kepada detikcom, Selasa (18/2/2020).

Bacaan Lainnya

Bank Mandiri meluruskan Rosni bukanlah pegawai bank, melainkan pegawai asuransi. Namun memang ada oknum pegawai bank yang terlibat penggelapan bersama Rosni. Soal penggelapan duit oleh oknum pegawainya, Mandiri menegaskan telah membereskan masalah itu sesuai aturan dan kerugian nasabah telah dikembalikan.

Kembali ke keterangan BNN, Bahagia mengungkap hasil penelusuran terkait aliran duit di rekening Haji Podda. Setelah mengetahui ada dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus narkoba, BNN pun memblokir rekening Haji Podda. Namun pemblokiran itu saat ini telah dicabut. Mandiri juga mengatakan telah mengembalikan sebagian uang di rekening itu ke H Podda, sedangkan sebagian lainnya disita pihak kejaksaan.

“Lalu BNN menelusuri uang itu ternyata kita temukan ada di rekening Haji Podda lalu kita telusuri, kita blokir Haji Podda begitu kita blokir, uang yang tadi masih ada tapi beberapa saat si oknum (bank) suruh pindahin ke anaknya Haji Podda, kita marah dong. Rosni ini dilaporkan di Polres, sekarang ada di Polres,” ujar dia.

Bahagia mengatakan oknum pegawai tersebut diduga tidak bermain sendiri. Namun Bahagia menegaskan yang terlibat dalam kasus penggelapan tersebut bukan lembaga Bank Mandiri, melainkan hanya oknum.

“Rosni itu permainan di dalam ya pasti ada oknum terlibat karena itu kan rahasia bank ndak mungkin dong dia bermain sendiri kalau nggak tahu bagian dalamnya. Nggak mungkin Rosni yang bermain sendiri karena rekening tersebut pasti rahasia dilindungi UU Perbankan. Iya benar kalau Mandiri enggak oknumnya. Bukan lembaga Mandiri-nya, oknumnya,” ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Podda bersama warga yang dibawanya menduduki kantor Bank Mandiri Sidrap. Dia menuntut uang Rp 2 miliar yang ada di rekening istrinya yang hilang.

Podda mengatakan uang di rekening istrinya berasal dari rekeningnya. Dia mentransfer sejumlah uang ke rekening istrinya sebelum hilang Rp 2 miliar.

Dia mengatakan ada pegawai bank bernama Rosni yang membantu proses pemindahan uang dari rekeningnya ke rekening istri.

“Di rekening saya awalnya ada uang sejumlah Rp 4,5 miliar, hari itu saya lupa tanggalnya datanglah seorang pegawai Bank Mandiri atas nama Rosni meminta tolong karena tidak capai target untuk mentransfer uang sebesar Rp 2 miliar ke rekening istri saya, Hj Gusnani untuk deposito dalam jangka waktu 1 bulan,” kata Podda, Senin (17/2) kemarin.

Hingga kemudian rekening Podda diblokir BNN. Podda membenarkan pemblokiran tersebut dilakukan BNN atas dugaan pencucian uang terkait narkoba. Namun dugaan tersebut tak terbukti. Belakangan diketahui, ada uang hasil TPPU narkoba Agus Sulo yang dikirim ke rekening Podda.

Podda lalu melapor ke pihak bank dan akhirnya uangnya dikembalikan. “Setelah saya melapor ke pihak bank, akhirnya uangnya dikembalikan melalui transfer dari BNI dan itu ada konfirmasi sebelumnya,” terangnya.

Di waktu lain, Podda mengecek rekening istrinya melalui rekening koran. Betapa kagetnya, uang sebesar Rp 2 miliar lebih hilang. Terekam ada puluhan transaksi di rekening istrinya.

“Di situ tercatat ada 38 transaksi sampai Rp 50 juta dalam sehari, padahal istri saya sebagai pemilik rekening tidak tahu dan tidak ada konfirmasi,” katanya. (mb/detik)

Pos terkait