Ingin Karantina Dipindah ke Kapal Perang, Jokowi Minta Warga Natuna Besar Hati

Metrobatam, Jakarta – Warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Natuna, Senin (3/2). Mereka meminta agar tempat observasi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dijemput dari Wuhan, China, dipindahkan ke kapal perang atau tempat lain.

Berdasarkan rekaman video yang diterima CNNIndonesia.com dari salah seorang warga Natuna yang mengikuti aksi, Ropihudin, aparat kepolisian tampak berjaga di Kantor DPRD Natuna. Massa demo yang memakai masker terdengar meminta Bupati Natuna untuk keluar dan menemui massa.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas apapun alasannya bukannya kami tidak berbesar hati. Masyarakat natuna ingin minta dipindahkan ke kapal perang atau daerah lain. Ini bukan masalah kemanusiaan saja, tetapi juga menyangkut kemanusiaan juga,” kata Ropihudin melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/2)

“Kecuali kasus bencana alam yang tidak menimbulkan virus, kami sangat terbuka,”

Selain meminta tempat observasi dipindahkan, Ropihudin mengatakan warga juga meminta pemerintah pusat menyediakan layanan kesehatan darurat di Natuna.

“Warga juga meminta Menteri Kesehatan untuk berkantor di Natuna sebelum lokasi observasi dipindahkan dari Natuna,” kata dia

“Selain itu, kebijakan pusat harus di koordinasikan kepada Pemda Natuna dan harus disosialisasikan kepada masyarakat,” lanjut dia.

Pemerintah memulangkan 243 WNI dari Wuhan di Provinsi Hubei, China. Terdiri dari 240 orang dewasa dan 3 orang anak kecil. Pesawat pengangkut WNI tersebut mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam. Mereka kemudian diangkut menggunakan pesawat militer ke Natuna pada Minggu (2/2).

Dalam konferensi pers hari ini, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan para WNI yang diobservasi di Natuna tidak menunjukkan gejala sakit. “Semuanya dalam kondisi sehat dan terus dipantau,” ucap dia, Senin (3/2).

Menurut Anung, masyarakat tidak perlu khawatir sebab tenda observasi terdiri dari beberapa lapis filter yang akan menyaring masuk-keluarnya virus.

“Tendanya sudah dipastikan steril dan aman karena ada beberapa filter yang menghalangi masuknya virus, jadi tidak ada penyebaran virus,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau juga meliburkan seluruh pelajar mulai 3-17 Februari 2020 atau selama WNI di Wuhan dikarantina di daerah tersebut.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti di Tanjungpinang, seperti dikutip Antara, mengatakan, surat edaran dari Sekretariat Daerah Natuna tentang pelajar diliburkan selama dua pekan itu sebagai upaya pencegahan.

Pelajar diimbau untuk belajar di rumah, dan menerapkan pola hidup sehat. Pelajar juga minta untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama masa libur.

“Kami harus melindungi seluruh warga, termasuk pelajar dan guru,” ucapnya.

Ngesti menegaskan sikap Pemkab Natuna yang menolak WNI di Wuhan dikarantina atau diisolasi di Natuna, apalagi jarak antara barak militer di Natuna, tempat WNI asal

Wuhan diisolasi itu, dekat dengan perumahan warga. “Hanya berjarak 2 kilometer. Bisa ngintip,” tuturnya.

Ia menegaskan, penolakan itu juga sudah disampaikan kepada Kemenkes.

Ngesti mengemukakan aspirasi warga Natuna harus disampaikannya kepada Kemenkes. Pertama, Pemkab Natuna minta jaminan kepada Kemenkes agar tidak ada seorang pun warga Natuna yang terjangkit virus itu akibat WNI di Wuhan diisolasi di daerah tersebut.

Jokowi Minta Warga Besar Hati

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Natuna berbesar hati menerima Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja dipulangkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China terkait wabah virus corona. Kedatangan WNI ini sebelumnya mendapat penolakan dari masyarakat Natuna karena dianggap membahayakan.

“Saya kira kita memerlukan kebesaran hati seluruh masyarakat Indonesia. Apapun itu adalah saudara-saudara kita,” ujar Jokowi di sela kunjungan kerja di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

Jokowi mengatakan 238 WNI yang kembali dari Wuhan ke Natuna itu dalam kondisi sehat. Namun sesuai prosedur, ratusan WNI itu tetap harus diobservasi untuk memastikan kondisinya dalam keadaan sehat dan bersih.

“Saya juga terima kasih ke masyarakat Natuna yang sudah berikan lampu hijau karena ini saudara-saudara kita sendiri. 243 itu sehat tetapi dalam protokol kesehatan diperlukan tahapan sebelum dikembalikan ke keluarga,” katanya.

Jokowi menuturkan, sempat ada sejumlah opsi pulau sebelum pemerintah memutuskan menempatkan WNI dari Wuhan di Natuna. Opsi itu di antaranya Morotai hingga Biak. Hanya saja, kata dia, banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti ketersediaan fasilitas bagi para WNI tersebut.

“Memang kemarin ada beberapa alternatif, tapi untuk turun kan perlu landasan. Tidak semua pulau bisa dipakai. Kita mengukur tingkat kesiapan tim kesehatan di situ, sehinhha keputusan dr tim adalah di Natuna,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan apresiasi atas kerja sama tim gabungan dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenlu, Kemenkes, TNI/Polri, hingga BNPB dalam memulangkan ratusan WNI.

“Saya sangat mengapresiasi, saya sangat menghargai apa yg sudah dilakukan oleh kerja tim sehingga ketika saya putuskan evakuasi, dalam waktu sangat singkat bisa dilakukan dengan baik,” katanya. (mb/cnn indonesia/detik)

Pos terkait