oleh

Pascalockdown, Masih Ada 7 Kapal Beroperasi Antar Jemput Malaysia-Batam

Metrobatam, Batam – Kondisi di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Kepulauan Riau, berbeda dari biasanya sejak Malaysia memutuskan lockdown mulai Rabu 18 Maret. Sejauh ini, ada 7 kapal yang masih beroperasi khusus antar dan jemput.

“Setelah pemberlakuan lockdown tentu ada penurunan (penumpang). Kapal yang masih bisa berlayar ke Malaysia itu hari ini ada 7 kapal, kemudian untuk ke Singapura ada 6 kapal,” kata Manajer Operasional Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Nika Astaga, Jumat (20/3/2020).

Nika menuturkan jumlah penumpang tentu jauh menurun. Selain itu, tidak semua kapal diizinkan syahbandar untuk berlayar.

“Kalau rata-rata penumpang tentu jauh menurun. Karena penumpang yang diizinkan berangkat itu, dari syahbandar itu kapal yang boleh berangkat itu kapa-kapal yang mengantar dan menjemput. Cuma itu yang diizinkan syahbandar,” ujarnya.

“Kalau untuk saat sekarang ini (ramai) hanya dari Malaysia itu yang diantar dan dijemput,” imbuhnya.

Antar jemput yang dimaksud yakni WNA yang harus diantar ke Malaysia dan WNI yang dijemput untuk kembali ke Tanah Air. Sebab, WNI di Malaysia berbondong-bondong minta pulang karena perkembangan wabah Corona di Malaysia.

Nika menegaskan pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah soal operasional pelabuhan. Apalagi pelabuhan itu untuk internasional.

“Kalau kita langkah-langkah kita tentu mengikuti peraturan pemerintah, ketika itu diberlakukan ya kita harus turut. Namun demikian namanya pelabuhan internasional tentu tidak, walaupun kita mengelola, tidak serta merta kita bisa menutup,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejak awal langkah-langkah antisipasi penyebaran Corona juga telah dilakukan. Di antaranya menyiapkan hand sanitizer.

“Kalau persiapan kita untuk operasional tentu masih seperti yang kemarin masih kita berlakukan, kemudian untuk mengantisipasi tentu kita bantu pemerintah, contoh dari awal kita membantu mempersiapkan hand sanitizer di setiap pintu, kemudian kita juga menyediakan masker, kemudian kita minta izin menyediakan alat deteksi yang setiap pintu masuk ke pelabuhan,” tuturnya. (mb/detik)

News Feed