METROBATAM.COM, BATAM – Pembangunan erumahan dan infrastruktur di Kota Batam yang pesat saat ini, menyebabkan semakin terbatasnya lahan untuk bercocok tanam bagi masyarakat, sehingga lahan yang sempit sekalipun akan dimanfaatkan. Dari berbagai metode, hidroponik merupakan salah satu solusi untuk permasalahan tersebut karena bagi skala rumah tangga yang tidak memiliki lahan kosong, hidroponik merupakan pilihan yang tepat sehingga lahan yang sempit sekalipun dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti bayam, tomat, sawi dan cabai
Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, melainkan menggunakan air sebagai media tanamnya. Keuntungan hidroponik adalah tidak memerlukan lahan yang luas, mudah dalam perawatan dan memiliki nilai jual yang tinggi meskipun memerlukan biaya yang mahal dan keterampilan yang khusus. Jenis hidroponik juga sangat beragam yaitu sistem irigasi tetes, sistem wick dan sistem Nutrient Film Tehnique (NFT).
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) yaitu Rhanti Fauzani dan Ahmad Viqri yang bertempat di rumah salah satu warga RT 002, RW 019, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yaitu ibu Yana.
Sosialisasi program hidroponik ini melibatkan masyarakat khusunya ibu-ibu rumah tangga. Sosialisasi dilaksanakan dengan interaktif secara langsung, dan dilakukan diskusi dan tanya jawab terkait hidroponik system wick.
Teknik hidroponik system wick merupakan salah satu sistem hidroponik yang paling sederhana dan digunakan oleh kalangan pemula. Sistem ini menggunakan tangki yang berisi larutan nutrisi yang mengalir kedalam media pertumbuhan dari dalam wadah melalui sejenis sumbu yang biasanya adalah kain flanel. Prinsip yang diterapkan pada sistem ini adalah kapilaritas.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, masyarakat memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program yang diusung dan berharap keberlanjutan program bisa tetap terjamin. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan photo bersama tim pengabdian masyarakat dengan peserta sosialisasi.
Dengan dilakukan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pembuatan dan manfaat dari hidroponik sehingga bisa diterapkan dirumah masing-masing dan dapat menyebarkan informasi tersebut kepada tetangga dan kerabatnya agar permasalahan keterbatasan lahan untuk bercocok tanam dapat teratasi. (Rhanty)














