Ini Tips Aman Melakukan Perjalanan Jauh Saat Puasa

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

METROBATAM.COM – Selain bagi orang sakit, ibu hamil, dan menyusui, kewajiban puasa juga diringankan bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh saat puasa.

Pasalnya, berpuasa sambil bepergian jauh itu cukup menghabiskan energi. Lantas, apa yang harus dipersiapkan?
Tips melakukan perjalanan jauh saat puasa

Mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu di bulan Ramadan. Setelah melalui perjalanan yang panjang, Anda pun bisa bercengkrama lagi dengan orang terkasih di kampung halaman.

Tidak hanya itu, beberapa orang juga memanfaatkan libur Lebaran untuk sekadar berlibur ke luar kota menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga besar.

Supaya perjalanan jauh saat puasa tidak mengganggu momen ibadah dan silaturahmi Anda, berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan.

Bacaan Lainnya

1. Rencanakan perjalanan

Sebagian orang mungkin bisa melakukan sesuatu yang mendadak, bahkan saat mereka bepergian jauh. Namun, sebisa mungkin hindari bepergian jauh tanpa perencanaan yang matang.

Pastikan Anda sudah mengetahui dengan jelas lokasi mana saja yang akan dituju, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapainya, dan jalan mana yang harus dilewati.

Dengan memiliki rencana perjalanan yang matang, Anda mampu meminimalkan risiko terburuk yang mungkin terjadi selama perjalanan jauh.

2. Jaga stamina

Jangan lupa menjaga tubuh tetap fit bila melakukan perjalanan jauh saat puasa. Mulailah untuk mengecek kesehatan dan mempersiapkan stamina jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

Perbanyak makanan sehat saat sahur yang mengandung vitamin C dan zinc untuk memperkuat daya tahan tubuh supaya Anda tidak mudah lelah dan jatuh sakit.

Jangan pula menyetir saat mengantuk. Pastikan Anda mencukupi waktu tidur selama 7–8 jam dalam beberapa hari sebelum melakukan perjalanan jauh.

3. Penuhi asupan gizi dan cairan tubuh

Sebelum melakukan perjalanan jauh saat puasa, pastikan Anda sudah memenuhi asupan gizi dengan mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka.

Jangan lupa juga untuk mencukupi cairan tubuh dengan minum air putih. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya dehidrasi selama melakukan perjalanan jauh.

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi multivitamin saat puasa yang membantu menjaga stamina Anda. Di samping itu, vitamin juga akan membuat tubuh Anda tetap segar selama bepergian.

4. Lakukan perjalanan malam

Apabila ingin tidak terlalu lelah dan tetap segar selama perjalanan, ada baiknya Anda mencoba memulai perjalanan pada malam hari.

Selain tidak terpapar sinar matahari yang dapat membuat Anda cepat kekurangan cairan, berkendara pada malam hari membuat Anda masih memiliki banyak energi karena baru saja berbuka puasa.

Keuntungan lain melakukan perjalanan malam saat bulan Ramadan ialah tidak harus menahan haus atau lapar sehingga Anda bisa dengan mudahnya minum dan makan.

Dengan begitu, kadar gula darah yang normal bisa membuat Anda lebih fokus saat berkendara. Hal ini tentu tidak bisa Anda lakukan bila melakukan perjalanan siang hari, kan?

5. Bawa obat-obatan

Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi selama Anda melakukan perjalanan jarak jauh, terlebih kondisi tubuh Anda lebih rentan saat puasa.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk membawa obat-obatan sendiri dalam kotak P3K. Siapa tahu di tengah perjalanan nanti Anda memerlukan obat sebagai pertolongan pertama.

Beberapa obat yang sebaiknya Anda persiapkan dalam kotak P3K termasuk obat pereda nyeri, minyak angin, obat antimabuk, obat asam lambung, kain kasa, dan obat merah.

6. Perhatikan barang bawaan

Tidak adanya asupan makanan dan minuman sepanjang hari umumnya membuat Anda sedikit lemas saat berpuasa. Akibatnya, daya konsentrasi pun bisa berkurang.

Hal ini tidak jarang dapat membuat barang bawaan atau dompet mungkin tertinggal di restoran atau toilet di tempat istirahat (rest area).

Maka dari itu, usahakan untuk selalu waspada. Selalu cek kembali barang bawaan Anda ketika turun atau naik kendaraan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

7. Rehat sejenak ketika lelah

Kecelakaan lalu lintas banyak terjadi selama perjalanan jauh. Hal ini umumnya disebabkan oleh faktor pengemudi yang kelelahan dan mengantuk saat nyetir.

Padahal, setiap pengemudi hanya diperbolehkan mengemudi selama empat jam berturut-turut ketika perjalanan jauh. Setelah itu, ia perlu beristirahat minimal selama 30 menit.

Jangan paksakan memacu kendaraan bila kondisi Anda memang sudah lelah. Carilah tempat istirahat sejenak untuk melemaskan otot-otot yang kaku karena terlalu lama duduk. (halosehat)

Pos terkait