Simpang Siur Data DTKS, Warga Mampu Ikut Ambil Jatah Bantuan Beras

Gambar Ilustrasi

METROBATAM.COM, TANJUNGPINAG – Kesimpang siuran data penerima bantuan sosial bagi warga miskin yang masuk didalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang menjadi Stigma buruk hingga sampai saat ini.

Pasalnya, bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH,) bantuan langsung tunai (BLT ) yang selayaknya diterima oleh para keluarga penerima manfaat (KPM) atau warga yang betul-betul miskin di kota Tanjungpinang, malah menjadi ladang panen bagi para warga yang sudah layak atau mampan ikut mencicipi jatah dari pada program bantuan sosial masyarakat miskin.

Menurut warga RT 03/RW 12, kampung Sido Mulyo, kelurahan Batu 9, kecamatan Tanjungpinang Timur yang enggan disebutkan namanya di media ini mengatakan, soal bantuan sosial yang diterima oleh masyarakat selama ini tidak tepat sasaran.

“Pasalnya, para penerima bantuan beras, dana segar seperti bantuan BLT, serta bantuan rumah dan lain-lainnya dari dinas sosial kota Tanjungpinang, sebagian warga tersebut sudah punya kehidupan yang mampan bukan dikategorikan orang miskin,” ungkap Sumber.

Bacaan Lainnya

“Yo di kampung kita ni banyak yang sudah tak wajib dapat, pakai lori, mobil, banyak yang dapat, ada juga yang sudah umrah,” jelas Sumber.

“Dasar apa pihak RT, lurah dan dinas sosial menetapkan mereka layak sebagai penerima bantuan sosial, padahal mereka sudah tidak layak dan miliki rumah permanen,” tukas Warga .

“Dinas sosial seharusnya evaluasi kembali warga warga sebagai penerima program bantuan sosial dan terjun langsung ke lapangan, survei ke masing-masing rumah yang mendapatkan bantuan orang miskin tersebut,” pungkas warga.

“Kemarin saya ada baca berita di salah satu media online.yang mana Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tanjungpinang, dengan Gerakan Pangan Murah (GPM),” menyalurkan bantuan beras kepada 7.700 keluarga penerima manfaat (KPM). bantuan tersebut disalurkan setiap bulan dari bulan April sampai bulan Juni 2024,” ujar Sumber.

“Masing masing penerima mendapatkan bantuan beras 10 kilogram di masing-masing kelurahan,” kata Sumber.

Ia juga menambahkan, ada juga baru-baru ini berita dari media online, bahwa pemerintah kota Tanjungpinang melalui dinas sosial membagikan bantuan berupa bingkisan lebaran bagi yang masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Ada sekitar 14.998 ribu orang warga miskin atau kurang mampu mendapatkan bantuan tersebut,” ucap Sumber.

“Masing-masing bingkisan lebaran tersebut, berisikan beras 2,5 Kilogram, gula 1 kilogram, tepung 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter,” pungkas Sumber. Jumat(29/3/24).

(Budi)

Pos terkait