KURANJI, PADANG, METROBATAM.COM – Gema peringatan Isra’ Mi’raj di Mushalla Shirathal Mustaqim pada Sabtu malam (25/1/2026) terasa berbeda.
Kehadiran Bapak H. Zul Asfi Lubis, M.Ag yang mewakili Wakil Wali Kota Padang, tidak hanya memberikan tausiyah, namun juga memberikan refleksi mengenai kaitan antara ibadah shalat dan semangat menuntut ilmu dalam peresmian perpustakaan baru di lembaga tersebut.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj adalah manifestasi dari ketaatan mutlak manusia kepada Sang Pencipta melalui perintah shalat. Namun, beliau juga menarik garis lurus bahwa shalat yang benar akan melahirkan pikiran yang jernih dan semangat belajar yang tinggi.
“Spirit Isra’ Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan. Bagi para santri, kesempurnaan itu dicapai melalui dua jalur, jalur langit melalui shalat yang disiplin, dan jalur bumi melalui literasi atau membaca. Kedisiplinan shalat adalah kunci utama pembuka pintu keberkahan dalam setiap ikhtiar kehidupan, termasuk dalam perjalanan suci menuntut ilmu,” ungkapnya dengan nada yang menggetarkan sanubari jamaah.
Beliau menambahkan bahwa peresmian perpustakaan MDT Shirathal Mustaqim merupakan langkah konkret dalam menjemput keberkahan tersebut. “Kita tidak ingin santri hanya sekadar tahu ritual ibadah, tapi juga luas wawasannya.
Perpustakaan ini adalah awal untuk memperdalam cakrawala, agar santri mampu menjawab tantangan zaman dengan bekal iman yang kokoh,” imbuhnya.
Suasana semakin khidmat saat pemotongan pita peresmian dilakukan oleh Bapak Afrizal sebagai mandat dari Wakil Wali Kota Padang, disaksikan oleh Camat Kuranji, Ridho Satria, S.STP, MM dan Ketua Pengurus MDT, Dr. Fery Andrianus, M.Si. Kehadiran fasilitas ini disambut antusias oleh para santri yang sebelumnya telah dihibur oleh penampilan nasyid dan pembacaan Kalam Ilahi yang syahdu.
Kepala MDT Shirathal Mustaqim, Alvien Khardin, M.Pd.T, Gr., sependapat dengan pesan penceramah. Ia menegaskan bahwa perpustakaan ini disiapkan sebagai wadah bagi santri untuk mengasah kecerdasan kognitif tanpa mengesampingkan adab.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan doa bersama. Harapannya, pesan-pesan yang disampaikan dapat tertanam di hati para santri, menjadikan perpustakaan baru tersebut sebagai titik awal lahirnya generasi Qurani yang literat dan berakhlakul karimah.
(Basa)














