Setahun Weny–Rendy Pimpin Kotamobagu, Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

METROBATAM.COM, KOTAMOBAGU – Tepat hari ini, duet kepemimpinan Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Mangkat genap satu tahun. Di bawah kepemimpinan keduanya, Pemerintah Kota Kotamobagu dihadapkan pada dinamika anggaran yang menantang di tengah keterbatasan fiskal.

Momentum satu tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang refleksi terhadap bagaimana tata kelola pemerintahan tetap berjalan efektif meski dihimpit kebijakan efisiensi belanja daerah.

Strategi “Ikat Pinggang” yang Terukur

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, S.STP., M.E., mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mengambil langkah strategis untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal.

“Pemerintah melakukan penajaman skala prioritas dan rasionalisasi belanja yang kurang produktif. Intinya, perencanaan kami berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar keinginan,” ujar Sahaya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, setiap program kini melalui proses seleksi yang ketat guna memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Lima Fokus Utama Pembangunan

Meski anggaran terbatas, Sahaya menegaskan terdapat lima sektor prioritas yang tidak boleh mengalami penurunan kualitas layanan.

Pertama, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui birokrasi yang lebih responsif dan adaptif.
Kedua, pembangunan infrastruktur dasar guna memenuhi kebutuhan vital masyarakat serta mendukung mobilitas warga.
Ketiga, penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Keempat, pengendalian inflasi daerah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Kelima, pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan Kotamobagu.

“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi komitmen pelayanan. Justru ini mendorong tata kelola yang lebih cermat, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Di tengah keterbatasan fiskal, inovasi birokrasi menjadi strategi utama. Aparatur sipil negara (ASN) dituntut lebih adaptif dan solutif dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Selain itu, sinergi antara DPRD, Forkopimda, sektor swasta, serta partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembangunan selama satu tahun terakhir.

Sahaya menegaskan, satu tahun kepemimpinan Weny–Rendy menjadi fondasi penting dalam memperkuat arah pembangunan jangka menengah daerah.

“Pemerintah menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun dengan integritas dan kerja bersama, tantangan fiskal ini dapat kita lalui secara bertahap demi kemajuan Kota Kotamobagu,” pungkasnya. (**)

Pos terkait