METROBATAM.COM, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Pertanian (Diperta) tengah mempersiapkan program bantuan bagi puluhan kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan. Program ini menyasar 21 kelompok tani kakao dan 56 kelompok tani jagung sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani, Kamis (23/4/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu, Piter Suli, mengungkapkan bahwa seluruh proposal bantuan telah diajukan ke Kementerian Pertanian RI dan saat ini tinggal menunggu jadwal penyaluran.
“Proposal sudah kami sampaikan ke Kementerian Pertanian, dan kini tinggal menunggu waktu penyerahannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut mencakup pengembangan lahan seluas 100 hektare untuk tanaman kakao serta 288 hektare untuk budidaya jagung. Bantuan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian dan pendapatan petani di wilayah Kotamobagu.
“Tujuan utama dari usulan bantuan ini adalah untuk meningkatkan taraf perekonomian para petani,” tambahnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari para petani. Salah satu petani kakao menyampaikan apresiasinya atas langkah pemerintah daerah yang dinilai konsisten dalam memperhatikan sektor pertanian.
Menurutnya, komoditas kakao atau yang dikenal masyarakat sebagai pohon cokelat memiliki prospek yang menjanjikan. Tingginya permintaan pasar serta harga jual yang cukup tinggi, bahkan mencapai kisaran Rp50 ribu per kilogram, menjadi peluang besar bagi petani.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Kotamobagu atas perhatian dan bantuan yang terus diberikan demi kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh petani jagung. Ia menilai jagung sebagai salah satu komoditas unggulan nasional yang memiliki permintaan pasar tinggi, baik untuk kebutuhan pakan ternak maupun industri makanan.
“Harapannya, bantuan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar petani bisa lebih produktif dan meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkot Kotamobagu berharap sektor pertanian semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di daerah tersebut. (W)














