METROBATAM.COM, KARIMUN – Bupati Karimun, Iskandarsyah, meresmikan Jembatan Tok Kenot yang menghubungkan Desa Tebias dan Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Senin (27/4/2026).
Kehadiran jembatan ini menjadi langkah penting dalam mengatasi keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat di Pulau Belat yang selama ini bergantung pada jalur laut.
Jembatan Tok Kenot kini berfungsi sebagai infrastruktur strategis yang memperlancar mobilitas warga serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
“Hari ini kami meninjau sekaligus meresmikan Jembatan Tok Kenot. Manfaatnya sangat besar, terutama bagi pelajar dan masyarakat yang hendak menuju Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan. Kini akses darat sudah tersedia,” ujar Bupati.
Manfaat jembatan tersebut juga dirasakan langsung oleh pelajar. Nurfala Akegaralian, siswi kelas IX SMP setempat, menyampaikan bahwa akses pendidikan kini menjadi lebih mudah dan terjangkau.
“Sebelumnya kami harus menyeberang untuk melanjutkan sekolah ke SMA 2 Kundur dengan biaya cukup besar. Sekarang ada alternatif lebih efisien melalui jalur darat menuju SMA 1 Belat menggunakan kendaraan roda dua,” ungkapnya.
Kepala Desa Sungai Asam, Marsudi, menilai pembangunan Jembatan Tok Kenot bukan sekadar menghadirkan sarana fisik, tetapi juga menjadi simbol perubahan bagi masyarakat.
“Dulu transportasi utama hanya melalui laut, dengan kondisi desa yang serba terbatas, termasuk akses listrik. Pembangunan ini menjadi bukti nyata kemajuan yang dicapai berkat kerja sama masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis, kehadiran jembatan ini, ditambah rencana pengembangan akses jalan lanjutan, akan mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat Pulau Belat.
Untuk memaksimalkan konektivitas, Bupati juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera membangun jalan penghubung dari ujung jembatan menuju jalan poros Sungai Asam.
Proyek tersebut direncanakan dengan alokasi anggaran sekitar Rp2 miliar dan saat ini masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Selain memperlancar akses transportasi, jembatan ini juga mempererat interaksi sosial antarwarga di wilayah Pulau Belat, seperti Sungai Asam, Sebele, dan Penarah. Kehadirannya sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada transportasi laut seperti sampan dan pompong, serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan tahunan seperti lomba pramuka dan gerak jalan.
Peresmian tersebut turut dihadiri anggota DPRD Karimun, Arbai, jajaran OPD terkait dari PUPR dan Diskominfostaper, Camat Belat, serta kepala desa dari Sungai Asam dan Tebias. (Af)














