Jeritan UMKM Api Biru: BUMD Cuma Tahu Mungut Sewa!

METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG –– Puluhan pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan ikonik depan Api Biru, Tepi Laut, Tanjungpinang, meluapkan kekecewaannya. Mereka merasa ditelantarkan oleh pengelola.

Permintaan mereka sebenarnya sederhana: kursi dan meja untuk pengunjung. Namun hingga kini tak kunjung terealisasi.

Deni Afrizal, salah satu perwakilan pedagang, mengaku sudah berkali-kali mengadu kepada pihak pengelola, yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, namun selalu mentah.

“Aku udah malas bang, kemarin aku minta alasannya mau dipakai di street food Batu 9, terus gak ada yang mau ngemas, banyaklah alasannya,” ucap Deni dengan nada kesal kepada media ini, Selasa (28/7) malam.

Bacaan Lainnya

Padahal, sebelum direlokasi ke depan Api Biru, mereka dijanjikan kawasan itu akan diramaikan dan dibuat nyaman untuk pembeli maupun pedagang. Realita di lapangan justru berbanding terbalik.

“Tapi kenyataanya gak ada pun, uang sewa lancar setiap minggu mereka ambil,” ujarnya.

Deni menilai BUMD selaku perpanjangan tangan Pemerintah Kota Tanjungpinang di kawasan tersebut seolah lepas tangan setelah uang sewa masuk.

“Mereka taunya cuma mungut uang sewa aja bang, keluhan dan permintaan kita gak mau mereka realisasikan,” tegasnya.

Para pedagang berharap, Pemko Tanjungpinang tidak tutup mata. Jika ingin UMKM naik kelas dan kawasan Tepi Laut tetap hidup, fasilitas paling dasar seperti tempat duduk pengunjung seharusnya menjadi prioritas, bukan sekadar janji manis saat penagihan sewa tiba.

(Budi) 

Pos terkait