oleh

HMI Tanjungpinang Demo Saut Situmorang di Pamedan

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Provini Kepulauan Riau, mendesak Saut Situmorang selaku unsur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menarik ucapan yang dianggap mencemarkan HMI.

Ketua HMI Tanjungpinang dan Bintan Ardiansyah, di Tanjungpinang, Minggu, menyesalkan pernyataan Saut Situmorang yang dianggapnya secara sengaja menebarkan benih kebencian dan menyudutkan HMI.

“‘Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK 1, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat’. Itu pernyataan Saut dalam acara ‘talkshow’ di TV One 5 April 2016,” kata Ardiansyah.

Pernyataan yang disampaikan dalam acara bertajuk “Harga Sebuah Perkara”, menuai kecaman keras dari kader HMI dan alumni HMI.

Kader HMI Tanjungpinang dan Bintan akan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Pamedan Tanjungpinang pada Senin sore (9/5). terkait permasalahan itu.

Selain itu, aksi tersebut juga menyerukan agar masyarakat Tanjungpinang meningkatkan rasa nasionalisme, dan tidak terperdaya oleh pengikut PKI.

“Saya selaku Ketua Umum HMI Tanjungpinang-Bintan mengecam keras dan sangat menyayangkan komentar tersebut. Sebagai pimpinan KPK yang merupakan pejabat publik seharusnya bisa menjaga etika dalam berbicara,” katanya.

Dia mengatakan tidak semua kader HMI yang mengikuti Latihan Kader I HMI itu menjadi koruptor.

HMI, katanya justru banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang antikorupsi seperti cendikiawan muslim Nurcholis Majid, mantan penasehat KPK Abdulah Hehamahua, dan Buya Syafie Ma’arif yang lantang melawan korupsi.

Bahkan mantan pimpinan KPK Busyro Muqodas dan Bambang Wijayanto, serta Marie Muhammad juga alumni HMI.

“Jangan hanya karena ada segelintir oknum lalu mengeneralisir bahwa semua kader HMI akan menjadi koruptor,” ujarnya.

Ardiansyah justru mempertanyakan alasan Saut menyampaikan hal tersebut.

“Kami menuntut Saut Situmorang untuk menarik ucapannya dan meminta maaf secara langsung di seluruh media cetak, TV dan online nasional. Serta dengan rela hati mengundurkan diri dari jabatanya sebagai pimpinan KPK, karena telah merusak integritas pribadi dan instansi yang dipegangnya,” katanya. (mb/antara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed