oleh

PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yovie Tetap Dihukum Mati

Metrobatam, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Wawan alias Awing. Alhasil, seluruh upaya hukum pembunuh Sisca Yovie itu habis sudah dan ia tetap dihukum mati.

Wawan menghabisi Sisca secara kejam dan keji bersama Ade pada Agustus 2013. Pembunuhan itu dilakukan dengan cara menyeret tubuh Sisca dengan sepeda motor selama 500 meter hingga muka Sisca hancur di Jl Cipedes, Kota Bandung. Setelah itu Wawan dan Ade membacok Sisca berkali-kali hingga tewas.

Oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Wawan dan Ade dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 24 Maret 2014. Keduanya dinyatakan terbukti telah melanggar Pasal 365 ayat 4 KUHP tentang perampokan yang mengakibatkan kematian.

Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung pada 6 Juni 2014. Di tingkat kasasi, hukuman Wawan dinaikkan menjadi hukuman mati. Duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota Gayus Lumbuun dan Margono.

Wawan tidak terima dan mengajukan PK. Apa kata MA?

“Menolak permohonan PK Wawan alias Awing bin Ahri Syafei,” kutip detikcom dari website MA, Rabu (29/3).

Perkara nomor 92 PK/PID/2016 mengantongi kategori pencurian dengan kekerasan. Duduk sebagai ketua majelis Syarifuddin dengan anggota Sumardjiatmo dan Eddy Army. Di kasus ini, Ade hukumannya diperingan menjadi 20 tahun penjara.

Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda eksekusi mati yang akan dilakukan Kejaksaan Agung.(mb/detik)

News Feed