oleh

Ini Nama-nama Anggota DPR yang Disebut Nazar Terima Duit e-KTP

Metrobatam, Jakarta – M Nazaruddin membeberkan adanya bagi-bagi dana ke sejumlah anggota DPR terkait pembahasan proyek e-KTP dengan nilai proyek Rp 5,9 triliun. Nazaruddin mengungkap aliran dana ke Ketua Banggar hingga Ketua Komisi II DPR.

Hal tersebut diungkapkan Nazaruddin saat menjadi saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (3/4). Nazaruddin menyatakan, Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku pemberi selalu memberi laporan kepada Anas Urbaningrum selaku Ketua Fraksi Demokrat DPR.

1. Mantan Ketua Banggar DPR Melchias Marcus Mekeng USD 1,4 juta
2. Mantan Wakil Ketua Banggar Olly Dondokambey USD 1,2 juta
3. Mantan Wakil Ketua Banggar Tamsil Linrung USD 1,2 juta
4. Mantan Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir USD 1,2 juta
5. Mantan Wakil Ketua Komisi II Ganjar Pranowo USD 500 ribu
6. Mantan Anggota Komisi II Arif Wibowo USD 100 ribu
7. Mantan Ketua Komisi II Chairuman Harahap.

Nazar membenarkan ketika disebut alokasi uang untuk Chairuman Rp USD 550 ribu dan Rp 24 miliar.

Pemberian kepada Mekeng dilakukan di ruang pimpinan Banggar dan ruang Mustokoweli (Alm). Nazaruddin hanya menyaksikan pemberian uang USD 400 ribu. “Waktu itu ada beberapa kali. Sisanya diserahkan Andi saya tidak tahu (di mana),” ujar Nazaruddin.

Nazaruddin saat proyek e-KTP dibahas di DPR bertugas sebagai Bendahara Fraksi Demokrat. Ia mengaku kerap bertemu dengan Andi Narogong di ruang Fraksi. Salah satunya saat Andi menjelaskan untung rugi proyek e-KTP.

Nazaruddin membeberkan, awal mula fraksinya menyetujui program e-KTP. Menurutnya anggota Komisi II DPR saat itu Mustokoweni dan Ignatius Mulyono yang lebih dulu menjelaskan proyek e-KTP.

“Jadi 2009 itu, saya tanggal dan bulan lupa, di Komisi 2 Pak Ignatius dan Ibu Mustokoweni menghadap ke Mas Anas menceritakan tentang proyek e-KTP, dengan Pagu anggaran sekitar Rp 6 triliun lebih,” ujar Nazaruddin dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (3/4).

Nazaruddin mengatakan, pada dasarnya program e-KTP sudah berjalan sebelum 2009. Hanya saja soal anggaran yang Rp 6 triliun baru diusulkan di APBN-P 2010.

“Cuma untuk anggaran yang mau diusulkan mulai periode APBN-P 2010, mau dibuat dengan program multi years. Karena nilainya fantastis harus ada dukungan dari fraksi paling besar di DPR (saat itu Demokrat),” jelasnya.

Menurut Nazaruddin, dia dikenalkan dengan seorang pengusaha bernama Andi Ignatius atau Andi Narogong. Andi pun kemudian dibawa ke ruangan Fraksi PD di Lantai 9 Gedung DPR.

“Andi bilang sudah lama di Kemendagri, proyek-proyek apa saja yang sudah dikerjakan. Dia meyakinkan Mas Anas bahwa dia sanggup mengerjakan proyek e-KTP ini,” ujarnya.

Andi Narogong menurutnya menjelaskan mengenai untung rugi proyek e-KTP. “Andi menjelaskan program e-KTP modalnya sekian keuntungan sekian, dia juga bawa contoh barang,” terang Nazaruddin.

“Mas Anas kemudian minta program e-KTP untuk didukung dan dicari anggarannya dari DPR,” lanjut Nazaruddin yang menjadi Bendahara Fraksi Demokrat pada 2009-2011.(mb/detik)

News Feed