6 Jurus Bisnis UMKM Hadapi COVID-19

Metrobatam.com, Batam – Kondisi dunia usaha belakangan ini mendapat pukulan akibat penyebaran virus corona. Pelaku usaha terpaksa mengurangi jam operasionalnya. Aktifitas perusahaan justru banyak dilakukan lewat rumah (work from home).

Dengan adanya kondisi ini memukul semua jenis usaha, baik yang kelasnya korporasi hingga UMKM. Kendati demikian, bukan tak mungkin bagi UMKM untuk bertahan bahkan tumbuh,”ujar Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi, Selasa (24/03/2020).

Read More

” Berikut beberapa jurus bisnis yang bisa diterapkan pelaku UMKM menghadapi Corona :

Pertama. Hitung ulang kebutuhan modal dan penjualan jika penjualan turun, maka modal juga harus diturunkan. Jangan paksakan untuk memproduksi atau menjual barang dengan kuantitas yang sama disaat kondisi sulit.

Serta ditengah kondisi pasar yang sulit seperti ini, mungkin menaikkan harga jual justru hanya membuat penjualan menurun. Oleh karena itu, hal yang pas dilakukan adalah UMKM jangan ragu untuk efisiensi, termasuk dengan mengurangi biaya produksi,” terang Gunawan.

“Kedua. Pemasaran secara digital dengan lebih banyak menggunakan media dalam jaringan, ketimbang menggunakan satu karyawan yang khusus untuk menjajakan produk. Karena menggaji karyawan ongkosnya lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan media sosial dalam melakukan pemasaran.

Ketiga. Bahkan diversifikasi negara tujuan ekspor bagi pelaku UMKM berbasiskan ekspor Pilih negara-negara yang masih memungkinkan untuk mengekspor barang. Namun kondisi tersebut tidaklah mudah dilakukan ditengah kekuatiran penyebaran covid-19 saat ini. Sehingga, lakukan juga pemasaran produk yang berorientasi masyarakat lokal,” kata Gunawan.

“Keempat. Untuk itu jangan hanya terfokus kepada pelanggan yang itu-itu saja dan jangan ragu untuk memperluas pangsa pasar karena ketakutan stok barang yang terbatas. Jadi lakukan penambahan modal. Menambah modal justru bisa memperkeruh keadaan. Karena masalah ekonomi saat ini adalah masalah fundamental dan pemicu memburuknya ekonomi saat ini adalah penyakit oleh virus serta perang dagang.

Kelima. Jika dipaksakan, ada kemungkinan pelaku UMKM akan terjaring lilitan hutang. Ikuti perkembangan serta titik puncak COVID-19, agar para ahli menetapkan titik puncak penyebaran corona di hari atau bulan tertentu. Maka disaat itu, pelaku UMKM harus langsung menjalankan strategis bisnis seperti yang dilakukan saat kondisi ekonomi normal,” ungkapnya.

“Keenam. Bantuan Modal & Pelatihan Pertamina saat situasi sudah kondusif, UMKM kembali genjot produksi dan penjualan. Buat pelaku UMKM yang membutuhkan permodalan dan pelatihan, ada program kemitraan dari pertamina. Program ini memberi pinjaman modal bergulir dengan biaya administrasi super ringan hanya 3% pertahun,” pungkasnya.

Dengan maksimal pinjaman 200 juta selama 3 tahun. Informasi lebih lanjut ke;
https://pertamina.com/id/smepp-program-kemitraan
email ke contactpertamina1@pertamina.com
Tengku Muhammad Rum : 0812-7590-756

(toni)

Related posts