Metrobatam.com, Batam – Pada Hari Rabu Tgl 19 Agustus 2020 Sekitar Jam 11.30 WIB Telah Terjadinya Peristiwa Orang Memancing Ikan Menggunakan Rakit Berbahan Gabus Terbawa Arus Laut di Perairan antara Kampung Kelembah dengan Perairan Belakang Perumahan Botania I, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.
Terdapat 3 (tiga) orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, korban pertama An. Junaidi S Meliala, Laki –laki (23 tahun) alamat Perum Taman Jasinta Indah, Kec. Batam, Korban yang kedua Lewic Suseno, Laki- laki, (26 tahun) alamat Perum. Botania Garden, Kec. Batam Kota, sedangkan korban ketiga Yogi Pratama Laki-laki (22 Tahun) beralamat Botania Garden Kec. Batam Kota.
Kasat Polair, AKP Syamsurizal menjelaskan, kronologis kejadian Pada Hari dan Tanggal tersebut di atas sekitar jam 11.00 WIB, 3 (tiga) orang korban berangkat memancing ikan ke perairan laut melewati bibir pantai Padepokan yang ada di belakang Perum. Botania Garden I Kec. Batam Kota.
“Korban menggunakan Rakit yang berbahan Gabus bekas Box Es yang ada di dekat bibir pantai, lalu setelah ketiga korban berada diatas rakit langsung membawa rakit ke perairan sekitar 20 meter dari bibir pantai. lalu memancangkan 2 (dua) batang kayu gala, lalu mengikatkan ralit di kedua kayu yang sudah dipancang,” ujar Kasat.
Kemudian, sekitar 11.30 WIB saat sedang memancing ikan tiba-tiba datang angin membuat ikatan tali lepas dari kedua kayu gala tersebut dan rakit langsung terbawa arus air laut yang kencang pada saat itu.
“Kemudian, ketiga korban berupaya untuk membawa rakit ke pinggir perairan tapi sia-sia, ketiga Korban saat itu sudah putus asa dan panik karena cuaca saat itu angin kencang hingga membawa rakit laut ke tengah perairan laut dekat kampung kelembah dan Kampung Terih, ketiga korban berupaya berteriak namun tidak ada yang dengar, hingga akhirnya salah satu mencoba menelpon bibinya yang bernama Sdri Ermida Bangun. Kemudian bibinya memberitahukan kepada Ketua RT Perum BPD Kec. Batam Kota, Erry Syahrial untuk selanjutnya memberitahukan ke Polsek Batam Kota,” ungkap Kasat Polair.
Sekitar jam 16.00 WIB Personil Polsek Batam Kota, Aiptu Erwin Sibarani memberitahukan ke Unit Gakkum Polair Polresta Barelang terkait peristiwa tersebut karena ketiga korban mengaku sudah mendekati kawasan Ocarina, selanjutnya, Unit Gakkum Polair Polresta Barelang mendatangi lokasi kawasan Ocarina untuk melakukan koordinasi evakuasi korban, namun saat tiba di Ocarina keberadaan korban tidak ada terlihat di sekitaran perairan Ocarina, kemudian Kanit Gakkum Polair, IPTU Benny Syahrizal SH MH melakukan koordinasi dengan warga yang berada di Kampung Terih untuk membantu korban melalui saksi- Saksi. sekitar jam 17.00WIB ketiga korban dapat ditemukan dan dievakuasi ke pantai Botania.
Menyikapi hal tersebut, Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur Y.F.S SH, SIK, MH membenarkan adanya kejadian tersebut, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dalam situasi cuaca yang ekstrem seperti ini untuk tidak melakukan aktivitas memancing dengan peralatan yang tidak memiliki savety (keamanan), apalagi menggunakan rakit yang terbuat dari gabus seperti kejadian tersebut di atas dan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. ungkap KapolrestaBarelang yang disampaikan beliau melalui Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novia.
(hms/yandra)














