DPRD Batam kembali Gelar RDPU Terkait Permasalahan Lahan Pemukiman dan Lahan Pemakaman

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) gabungan lanjutan ke- 4, terkait permasalahan lahan pemukiman dan lahan pemakaman.

RDPU lanjutan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Ruslan M Ali Wasyim di Ruang Rapat Serba Guna Kantor DPRD Batam pada Jumat (12/3/21) pagi.

Bacaan Lainnya

Dalam Rapat tersebut, Dirinya mendesak kepada Badan Pengusaha (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam mempersiapkan lahan khusus untuk pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Kabil, Kecamatan Nongsa.

“Ada sekitar 10 Hektar Lahan untuk pemukiman dan 15 Hektare lagi untuk TPU yang telah disiapkan. Lokasinya di dekat bundaran Pertamina Tongkang, Punggur. Jadi totalnya ada 25 Hektar yang akan diajukan untuk pemutihan tersebut,” jelasnya.

Selain lahan pemakaman, Ruslan juga mendorong pembangunan sarana dan pra sarana lainnya di kawasan tersebut. Salah satunya adalah fasilitas olahraga yang representatif juga disarankan untuk dibangun.

Sementara itu, menyambut terkait hal itu, Ketua RW 004 Kampung Panau Kelurahan Kabil, Abdulah Ali menuturkan bahwa, Dirinya sangat berharap dengan digelarnya RDPU ini apa yang menjadi keluhan masyarakat bisa teratasi, khususnya di kawasan RT 004 Pertamina 2 Mess haall atau Pertamina Tongkang (PTK), tepatnya disamping SD Muhammadiyah dan Perumahan Parnayuda Kabil.

“Semoga bisa cepat-cepat terkabul, sudah 35 Tahun kami berdomisili di lokasi itu. Kami mau lokasi tempat tinggal kami ini ada legalitasnya,” ucap Ali kepada Media ini usai menghadiri RDPU.

Alokasi lahan untuk pemakaman umum ini, diketahui telah diajukan sejak tahun 1999. Kemudian sempat diajukan sebanyak 4 kali ke BP Batam, diantaranya pada Tahun 1999, Tahun 2002, Tahun 2018 dan Tahun 2020. Akan tetapi, permintaan warga tersebut masih belum direspon.

“Untuk Lahan TPU baru Tahun 2019 lalu kami ajukan,” tambahnya.

Adapun kendala utama yang ditemui selama ini adalah, karena lokasi lahan tersebut telah ditetapkan sebagai hutan lindung. Namun menurut warga, Pertamina sudah membangun mess dan permukiman di titik lokasi Kampung Panau tersebut sebelum adanya penetapan status hutan lindung.

Dari RDPU yang digelar, Perwakilan Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam, Syaiban Buchori mengatakan bahwa, saat ini pihaknya sudah bergerak cepat dalam mengurus pengadaan lahan pemakaman di Kampung Panau tersebut, dan tengah mengukur titik lokasi di Kabil yang diharapkan menjadi lokasi TPU.

“Alhamdulilah, saat ini kami sudah menurunkan alat-alat ukur di sekitar lokasi Kabil. Kami akan mengukur baik dari darat maupun udara, dan kami juga telah menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk mensubsidi biaya pemakaman bagi masyarakat yang kurang mampu di Kota Batam, yaitu di 14 titik lokasi”. tutupnya.

(Gerbangkepri)

Pos terkait