Menko Luhut Minta Pengawasan Kapal Diperketat

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rasa puas dan terima kasih atas beroperasinya pabrik pengolahan limbah B3 di Batam setelah memakan waktu lama dalam melengkapi perizinannya. Luhut meminta Gubernur, TNI dan Polri untuk ketat terhadap lalu lintas kapal yang memungkinkan membuang limbah sembarangan.

“Terima kasih saya pada Kementerian Lingkungan Hidup yang telah mengeluarkan surat ijin operasional PT BSSTEC sebagai pabrik pengolahan limbah yang telah memenuhi persyaratan. Setelah sekian lama hal ini kita bicarakan secara bersama-sama hingga akhirnya hari ini bisa terwujud,” ungkap Luhut, di Jembatan II Barelang dalam serangkaian kunjungan kerjanya ke Batam.

Bacaan Lainnya

Menko Marves Luhut meresmikan pabrik pengolahan limbah B3 tersebut  Kamis (18/3), didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi. Juga hadir mendampingi Menkopolhukam RI, Mahfud MD. Setelah itu juga melakukan pemantauan ke lokasi pabrik.

Kapasitas pengolahan PT BSSTEC (Batam Slop & Sludge Treatment Centre)  saat ini mencapai 30 sampai 40 ribu ton setiap bulan dengan investasi sebesar Rp 7,2 triliun di atas wilayah industri seluas 30-50 hektare. Dengan fasilitas yang diberikan ini, diharapkan dapat melayani 81 ribu kapal setiap tahun.

Luhut berpesan industri pengolahan sampah B3 seperti ini harus didorong keberadaannya karena menghasilkan clean energy atau energi baru sehingga bisa membuat Kepri lebih bersih.

Tidak itu saja, kata Luhut, PT BSSTEC nantinya juga akan bekerja sama dengan para pelaku usaha UMKM setempat sehingga akan  memberi kontribusi langsung dan nyata pada masyarakat.

“Kepada Gubernur, Lantamal, Bakamla, Polri dan Beacukai saya harap pengawasan terhadap kapal yang melintas di Kepri terus di tingkatkan agar tidak ada yang membuang limbah di laut. sehingga laut di Kepri bisa menjadi bersih,” pintanya.

Mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) RM Karlinsyah juga memberi apresiasiasi atas diresmikannya  pengolahan limbah B3 oleh PT BSSTEC.

Secara prinsip perizinan PT BSSTEC telah memenuhi standar pengolahan limbah B3. Sehingga kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan izin operasional.

PT BSSTEC didirikan dengan fokus kegiatan di bidang pengelolaan limbah untuk industri dan kegiatan pengolahan tangki. Perusahaan ini dilengkapi peralatan modern.

Hadir juga dalam acara tersebut Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Sekda Provinsi Kepri H. T.S. Arif Fadillah, Pangkogabwilhan I Laksdya I Nyoman Gede Ariawan, Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Kajati Kepri Hari Setiyono, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI Indarto Budiarto, Danguskamlabar Laksma TNI Yayan Sofian, Kabinda Kepri Brigjen Pol RC Gumay, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, dan Ka Zona Barat Kamla Laskma TNI Hadi Pranoto.

(B.Arifin/hms)

Pos terkait