Dana Hibah Penerima Bantuan dari Pemerintah Kepri lewat Dispora Diduga Fiktif

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – Diduga fiktif adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Batam perwakilan propinsi Kepulauan Riau, terkait dana hibah penerima bantuan dari pemerintah Kepri lewat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Sebanyak 46 LSM penerima bantuan pemerintah anggaran tahun 2020 tersebut telah dipanggil BPK, Kamis (1/4/2021) di ruang rapat Setda lantai 3 Dompak Tanjung Pinang. Hal itu  untuk mencocokkan dana APBD yang di keluarkan Dispora sesuai proposal kegiatan yang diajukan LSM tersebut.

Bacaan Lainnya

Dari dana hibah bantuan pemerintah yang dikeluarkan tersebut, tercatat beberapa kegiatan olah raga antara lain: Futsal, Biliar, Catur, Tenis Meja, Badminton, Sepak Bola, Pengadaan alat -alat olahraga, sarana dan prasarana Bola Voli dan Touring akbar se- Indonesia.

Terkait surat panggilan momor: 14/S/TIM LKPD -Prov/03/2021 yang dikeluarkan BPK RI perwakilan propinsi Kepri ini, mencoba konfirmasi lewat Whatshap pada salah seorang pegawai BPK Batam bernama Yuda namun tidak ada balasan, bahkan nomor WA dan foto profilenya langsung tidak aktif.

Banyaknya kegiatan olahraga fiktif selama pandemi tersebut, tim media ini meminta tanggapan pada pengurus olahraga resmi yang ada di Kepulauan Riau.

Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kepulauan Riau (Kepri), dokter Afrizal mengatakan bahwa, sebagai pengurus Catur di Kepri tidak ada laporan terkait adanya kegiatan  catur yang dilakukan oleh lembaga atau yayasan di tahun 2020 lalu.

“Kami sangat mendukung jika ada masyarakat yang membuat kegiatan Catur. Yang sifatnya untuk pembinaan prestasi. Sebagai pengurus Catur Kepri, seyogianya ada laporan namun ini  tidak ada sehingga kami tidak mengetahui bahwa ada turnamen catur dilaksanakan,” kata Afrizal Dahlan yang juga Ketua III DPRD Kepri, Sabtu (3/4/ 2021) pagi.

Berharap, kata politisi partai Nasdem ini menyampaikan, jika benar ada temuan BPK terkait adanya kegiatan -kegiatan olahraga tersebut supaya diusut tuntas. Dimana dana hibah itu  mengunakan APBD.

“Jika benar adanya kegiatan tersebut tidak masalah hanya saja, selaku pengurus Percasi Kepri tidak pernah ada laporan atau surat tembusan ada kegiatan catur yang dilakukan oleh penerima dana hibah yakni LSM tersebut. Jadi harapan kami supaya masalah ini bisa ditelusuri tuntas oleh BPK,” pintanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kepri, Ruslan Kasbulatov dan mengatakan bahwa semua kegiatan itu diduga fiktif, untuk itu ia minta kepada aparat keamanan dan penyidik untuk melakukan penyelidikan dari hasil temuan BPK tersebut.

Terkait dugaan kegiatan fiktif tersebut agar diusut sampai tuntas. Mengingat, hal tersebut sangat ‘mencemari’ dunia olahraga. Khususnya cabang olahraga Tenis Meja di Provinsi Kepri.

“Kami mendukung agar penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh aparat soal temuan ini, karena ini untuk marwah olahraga juga,” tegas Ruslan Kasbulatov.

Sementara salah seorang pengurus asosiasi kota PSSI Batam mengatakan, dari temuan BPK soal dana hibah bantuan pemerintah yang diperuntukkan untuk olahraga Futsal tidak mengetahui soal ada kegiatan tersebut.

“Setahu kami pengurus Asosiasi Kota PSSI Batam, tidak ada surat pemberitahuan dari penerima dana hibah untuk kegiatan itu. Jadi dari temuan BPK ini, setelah kami liat listnya, pertandingan Futsal paling banyak. Nyatanya kegiatan itu sepengetahuan kami tidak ada,” ungkap salah seorang anggota pengurus kota PSSI Batam.

Inilah 46 LSM atau badan atau yayasan penerima bantuan pemerintah provinsi Kepri berserta nilai uangnya.

1. Forum Generasi Pemuda Kepri Rp 100 juta
2. Aliansi Perisai Muda Bangsa Kepri Rp.100 juta
3. Persatuan Olahraga Biliar Kepri Rp.125 juta
4. Persatuan olahraga biliar Kepri (tahap 2) Rp.125 juta
5. Badan Transparansi Intelektual Muda Kepri Rp.75 juta .

6. Lingkar Pemuda Pembela Bangsa Rp 100 juta.
7. Gerakan Kebangkitan Pemuda Cinta Damai Kota Tanjungpinang Rp.100 juta
8. Lembaga Pemuda Pendamping swadaya masyarakat cabang Kota Batam (tahap 1)Rp. 75 juta.
9. Aliansi Perisai Pemuda Bangsa Kepri Rp.100 juta.
10. Aliansi Pemberdayaan Pemuda Pemudi Bangsa Kepri Rp. 100 juta

11. Jaringan Komunikasi Pemuda Pulau Kepri (tahap 1) Rp.100 juta
12. Gerakan Pemuda Garda Depan Cabang Kota Batam Rp.75 juta
13. Badan Transparansi Intelektual Muda Kepri (tahap II) Rp.75 juta.
14. Lingkar Pemuda Pembela Bangsa (tahap II) Rp.100 juta
15. Jaringan Pemuda untuk Demokrasi Rp 100 juta.

16. Jaringan Komunikasi Pemuda Pulau kota Batam Rp. 70 juta
17. Aliansi Perisai Muda Bangsa cabang Kota Batam Rp.100 juta
18. Gerakan Pemuda Penyalur Aspirasi Masyarakat Kepri Rp 100 juta
19. Generasi Pemuda Cinta Damai Kepri Rp. 50 juta
20. Himpunan Pemuda pemudi pejuang Kepri (tahap II) Rp.100 juta.

21.Gerakan kebangkitan pemuda cinta damai Tanjungpinang (tahap Ii) Rp. 100 juta.
22. Aliansi pemberdayaan pemuda pemudi bangsa (tahap II) Rp. 100 juta
23. Gerakan pemuda garda depan Batam (tahap II) Rp.75 juta
24. Jaringan komunikasi pemuda pulau Kepri (tahap II) Rp.100 juta
25. Karimun tanah melayu Rp 200 juta

26. Majelis belia Tanjungpinang Rp.250 juta.
27. Perkumpulan Sepak Bola Karimun Rp. 150 juta
28. SSB Bina Bintang Muda Rp.218 juta
29. Bintan Island Max Owner Rp 250 juta
30. Pemuda Melayu tempatan Kepri Rp.150 juta.

31. Gerakan Pemuda penyalur aspirasi Kota Batam Rp.150 juta
32. Komunikasi pembela hak masyarakat Rp.100 juta
33. Gerakan tangkas anak rantau Kepri Rp.200 juta
34.Gerakan pemuda serumpun melayu bersatu Batam Rp. 100 juta.
35. Pelatih lintas talenta Kepri Rp. 100 juta
36. Badan transparasi intelektual muda Batam Rp.100 juta.

37. Gerakan Masyarakat serumpun bersatu Batam Rp. 105 juta
38. Lembaga diskusi anak Bintan (tahap II) Rp.75 juta
39. Front Pemuda Peduli tanah Air Rp.150 juta
40. Forum masyarakat intelektual Batam Rp. 250 juta

41. Rumpun Pemuda tempatan Kepri Rp.250 juta.
42. Forum komunikasi gerakan cinta Indonesia  Bintan Rp.250 juta
43. Forum Transpansi Anggaran Lintas Batam Rp 250 juta.
44. Pop Perta Karimun Rp 250 juta.
45. Aliansi pemberdayaan generasi bangsa Bintan Rp. 70 juta
46. Insan kekeluargaan remaja anak rantau Kepri Rp.70 juta.

 LSM, Yayasan atau Badan maupun Lembaga penerima bantuan dana hibah dari pemerintah yang disalurkan oleh Dispora Provinsi Kepri pada tahun 2020, sebesar Rp. 5,6 Milyar.

Sumber: Telisiknews

Editor : Nikson Juntak

Pos terkait