METROBATAM.COM, (PALUPUAH-AGAM) – Musibah menimpa SD Negeri 11 Sipisang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, ketika sebuah pohon besar tumbang dan menimpa bangunan sekolah. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian atap sekolah, dan hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak Dinas Pendidikan setempat.
Dari pantauan di lapangan, tampak jelas atap seng sekolah hancur tertimpa batang dan ranting pohon besar. Beberapa ruangan kelas tak lagi layak digunakan karena bocor dan dipenuhi puing-puing reruntuhan. Para guru bersama warga sekitar terpaksa melakukan pembersihan darurat dengan alat seadanya untuk menghindari bahaya yang lebih besar.
Kepala sekolah dan guru-guru sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, namun sampai saat ini belum ada bantuan ataupun kunjungan dari pihak terkait. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran mendalam dari pihak sekolah dan wali murid.
“Sangat kami sesalkan, sampai sekarang belum ada tindakan dari dinas. Padahal ini menyangkut keselamatan anak-anak. Kami minta perhatian serius dari pemerintah,” ujar seorang warga yang turut membantu evakuasi pohon tumbang.
Sementara itu, para siswa terpaksa belajar di luar kelas atau diliburkan sementara karena kondisi bangunan tidak aman. Orang tua siswa berharap agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, segera turun tangan memperbaiki kerusakan dan memastikan proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal.
Peristiwa ini membuka mata akan pentingnya pemeliharaan lingkungan sekitar sekolah dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Warga juga menyoroti lemahnya pengawasan dan respon cepat dari pihak berwenang terhadap fasilitas pendidikan yang terdampak bencana alam.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini tidak hanya menghambat pendidikan anak-anak tetapi juga mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
(Basa)














