METROBATAM.COM, BATAM – Masalah banjir menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam acara silaturahmi Wali Kota Batam bersama insan pers di Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Rabu (3/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa penanganan banjir sejak awal kepemimpinannya menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam.
“Kami kerja siang malam untuk mencari solusi titik banjir yang ada di Batam. Kami bersama deputi di BP Batam turun langsung ke lapangan untuk mencari penyebab banjir,” ujar Li Claudia dengan penuh semangat.
Libatkan Pengusaha dalam Penanganan Banjir Batam
Li Claudia mengungkapkan, pihaknya tidak hanya turun langsung ke lapangan, tetapi juga melibatkan kalangan pengusaha dalam mencari solusi. Bahkan, dirinya kerap menghubungi pengusaha hingga larut malam untuk membahas langkah konkret mengatasi banjir.
“Saya malam-malam telepon para pengusaha untuk datang ke BP Batam, bahas masalah banjir. Jadi jangan dipikir kami tidak bekerja. Sekarang berikan kami waktu untuk menuntaskan persoalan banjir ini, karena tidak bisa secepat membalikkan tangan,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Kota Batam, terdapat 105 titik banjir di 9 kecamatan di Pulau Batam. Sementara tiga kecamatan lainnya berada di pulau terpisah.
Langkah Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang
Dalam paparannya, Li Claudia menjelaskan bahwa penanganan banjir dilakukan secara bertahap, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Namun, semua upaya tersebut tetap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah.
“Pemerintah bekerja berdasarkan anggaran APBD dan APBD-P yang hanya bisa dianggarkan dua kali dalam setahun. Di luar itu, kami tidak bisa melakukan kegiatan,” jelasnya.
Strategi Teknis Atasi Banjir di Batam
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, Suhar, menuturkan bahwa untuk jangka pendek pihaknya melakukan normalisasi saluran air yang ada di Batam.
Selain itu, pembangunan pompa air di pinggir laut juga menjadi solusi antisipasi ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan pasang air laut.
“Tahap awal kita membangun beberapa titik pompa pembuangan air, dan saat ini sedang dikerjakan di daerah Pasar Jodoh, Nagoya, Batam,” jelas Suhar.
Ke depan, beberapa saluran yang mengalami penyempitan akan dinormalisasi dan diganti dengan box culvert agar aliran air lebih lancar.
Harapan untuk Batam Bebas Banjir
Dengan sinergi Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan dukungan masyarakat serta pengusaha, Li Claudia optimistis masalah banjir di Batam dapat diurai secara bertahap. (**)















