BUKITTINGGI, METROBATAM.COM – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-XLI tingkat Kota Bukittinggi tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan peningkatan kualitas pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bukittinggi, Rabu (17/12/25).
Kegiatan MTQN XLI yang berlangsung meriah ini berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kecamatan, bahkan dari daerah sekitar. Antusiasme peserta, kafilah, ofisial, dan pengunjung menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner khas Minangkabau, makanan ringan, minuman tradisional, hingga kerajinan tangan dan produk kreatif lokal.
Di sejumlah titik pelaksanaan MTQN XLI, stan-stan UMKM tampak ramai dikunjungi. Para pedagang mengaku omzet penjualan mereka meningkat tajam selama kegiatan berlangsung. Momentum ini dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat daya saing UMKM Bukittinggi.
Salah satu masyrakat Yuliarnis asal Kota Bukittinggi menyampaikan bahwa MTQN XLI merupakan bukti nyata sinergi antara kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Bukittinggi secara konsisten mendorong setiap event berskala besar yang dapat melibatkan UMKM lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat”.ujarnya
Selain peningkatan penjualan, kegiatan MTQN XLI juga membuka peluang jejaring usaha baru bagi pelaku UMKM. Interaksi dengan pengunjung dari berbagai daerah memungkinkan terjadinya kerja sama pemasaran, pemesanan produk, hingga promosi berkelanjutan melalui media sosial.
Para pelaku UMKM berharap kegiatan ini terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian, Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, UMKM Bukittinggi diyakini akan semakin berkembang dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kota Bukittinggi.
MTQN XLI Kota Bukittinggi pun menjadi contoh bahwa kegiatan religius dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat, menciptakan keberkahan tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial dan ekonomi.
(Basa)














