METROBATAM.COM, BATANG – Mengantisipasi potensi musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026, Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggelar rapat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Batang Hari, Mula P. Rambe, di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (23/04/2026).
Pembentukan Satgas Karhutla ini dilakukan sebagai langkah strategis menyusul prediksi BMKG terkait dampak fenomena El Niño yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan.
Satgas yang dibentuk melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik teknis maupun pendukung, yang akan bekerja secara terpadu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batang Hari juga turut ambil bagian sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Rapat pembentukan tim dipimpin oleh Asisten I Setda Batang Hari, M. Rifa’i, didampingi Perwira Penghubung Suherman serta Kepala Pelaksana BPBD, Solihin.
Dalam arahannya, Sekda Batang Hari menekankan pentingnya peningkatan sinergi antarinstansi dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama dengan belajar dari pengalaman kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang diperkirakan cukup ekstrem tahun ini, serta bersama-sama berupaya meminimalisir potensi terjadinya kebakaran.
“Kerja sama dan kesiapsiagaan semua pihak sangat diperlukan agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Melalui pembentukan Satgas Karhutla ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di Kabupaten Batang Hari dapat berjalan lebih efektif, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir. (**)














