BUKITTINGGI, METROBATAM.COM – Upaya mendorong pembangunan berbasis potensi lokal terus dilakukan oleh berbagai pihak, salah satunya melalui gagasan inovatif yang lahir dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril, SE dari Fraksi Partai NasDem.
Ia mencetuskan program KOPI BULANGO sebagai bentuk nyata dalam membangun nagari secara berkelanjutan.
KOPI BULANGO hadir bukan sekadar sebagai produk komoditas, melainkan simbol kebangkitan ekonomi masyarakat nagari. Program ini mengusung semangat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mengoptimalkan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan kopi.
Menurut Asril, pengembangan KOPI BULANGO menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis nagari. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, masyarakat didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
“Melalui KOPI BULANGO, kita ingin membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Ini adalah bentuk sinergi dalam membangun nagari secara berkelanjutan,” ujar Asril.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat, mulai dari proses budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk kopi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pelaku usaha yang memiliki daya saing.
Selain aspek ekonomi, KOPI BULANGO juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan lahan kopi dilakukan dengan pendekatan ramah lingkungan, guna menjaga keseimbangan alam serta memastikan keberlangsungan produksi dalam jangka panjang.
Kehadiran KOPI BULANGO diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak luas. Program ini sekaligus menjadi inspirasi bagi nagari lainnya dalam menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, KOPI BULANGO diyakini mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan nagari yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
(Basa)














