METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Suasana siang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang mendadak mencekam. Sebuah pompong kayu yang baru saja lepas dari dermaga tiba-tiba oleng dan terbalik di Perairan Kolam Bandar, Selasa (4/8/2026) pukul 13.50 WIB. Tujuh nyawa, termasuk anak-anak, tercebur ke laut!
Namun berkat gerak cepat personel Satpolairud Polresta Tanjungpinang, tragedi itu berakhir dengan keajaiban. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat.
Peristiwa bermula saat tekong pompong bernama Farizal bersama istri, anak, dan anggota keluarga lainnya baru saja menjemput keluarganya yang tiba dari Batam dengan Kapal Oceanna 2. Rombongan bertolak dari Kampung Bugis menuju SBP, dan hendak kembali.
Nahas, sesaat setelah meninggalkan dermaga SBP dan hendak berbelok, pompong diduga kehilangan keseimbangan akibat kelebihan beban di satu sisi. Dalam hitungan detik, perahu kayu itu terbalik.
Jeritan penumpang sontak memecah keramaian pelabuhan. Beruntung, saksi mata, penumpang lain, dan petugas KPLP yang berada di lokasi langsung menceburkan diri memberikan pertolongan pertama.
Mendapat laporan, Kasat Polairud Polresta Tanjungpinang Kompol Subaidah langsung memimpin tim meluncur dengan kecepatan penuh ke lokasi.
“Begitu dapat info, kami tidak pakai lama. Keselamatan warga di perairan adalah harga mati,” tegas Kompol Subaidah.
Tim yang terdiri dari Kanit Gakkum Ipda Mulyoto, S.H., Regu Patroli, dan personel Piket Gakkum langsung melakukan evakuasi total.
Tak hanya evakuasi, aksi kemanusiaan juga ditunjukkan. Satpolairud berkoordinasi dengan KPLP dan Karantina Kesehatan Pelabuhan SBP untuk pemeriksaan medis seluruh korban. Personel Polwan Polairud bahkan memberikan trauma healing untuk anak-anak yang masih syok dan menangis ketakutan.
Setelah dinyatakan sehat, tepat pukul 16.15 WIB, ketujuh korban dipulangkan ke rumah mereka di Kampung Bugis dengan dikawal langsung menggunakan Kapal Patroli Satpolairud.
Kompol Subaidah pun memberi peringatan keras kepada seluruh tekong dan pengguna transportasi laut tradisional.
“Respon cepat dan sinergi hari ini berhasil menyelamatkan 7 nyawa. Kami imbau, jangan pernah sepelekan keselamatan. Perhatikan kapasitas, cek keseimbangan perahu, dan wajib pakai life jacket. Jangan sampai ada kejadian kedua,” tutupnya.
(Budi)














