METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Di tengah gempuran berbagai organisasi yang sibuk mencari bantuan dana, sebuah yayasan kemanusiaan di Kepulauan Riau justru menempuh jalan sunyi yang berbeda. Selama dua tahun, mereka bergerak senyap membantu warga tak mampu mengakses pendidikan dan kesehatan, tanpa pernah mengajukan proposal sepeser pun ke pemerintah.
Tepat di usia ke-2 tahun, Relawan Kemanusiaan Bagimu Negeri Indonesia (RKBNI) berkolaborasi dengan Sahabat Teddy Jun Askara dan Budoyo Kreasi Tirtro Mulyo (BKTM) Provinsi Kepri, akan menggelar acara syukuran, doa bersama dan Bazaar UMKM akbar di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepri.
Acara yang sarat makna ini akan digelar pada tanggal 15 Agustus 2026, sengaja dipilih dua hari sebelum puncak Hari Lahir RKBNI yang jatuh pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Ketua Umum sekaligus Pendiri RKBNI, Amir Hamzah, mengatakan pemilihan Bazaar UMKM bukanlah tanpa alasan. Jika yayasan lain merayakan milad dengan seremonial di hotel mewah, RKBNI memilih memuliakan pedagang kecil.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kami yang paling tulus. Selama 2 tahun ini Allah SWT masih memberi kami kekuatan untuk terus membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan hak pendidikan dan kesehatan. Maka rasa syukur itu harus kami kembalikan lagi kepada masyarakat, khususnya pedagang kecil agar ekonomi mereka terbantu,” ujar Amir Hamzah dengan mata berkaca-kaca, Selasa (11/8/2026).
Amir menegaskan dengan lantang, seluruh roda kegiatan RKBNI selama dua tahun ini murni dibiayai dari kas pribadi yayasan dan para relawan.
“Kami tidak pernah dan tidak akan membuat proposal ke pemerintah. Kami ikhlas. Prinsip kami, jika ingin membantu jangan menyusahkan. Biarlah kami yang berkorban, asal masyarakat bisa tersenyum,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RKBNI Provinsi Kepri, H. Musthafa Fathoni, menambahkan bahwa perayaan Milad ke-2 ini akan ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar RKBNI semakin kokoh.
“Alhamdulillah, selama dua tahun ini kerja-kerja kemanusiaan RKBNI benar-benar menyentuh masyarakat akar rumput. Kami mendampingi warga yang ditolak berobat, anak yang putus sekolah, warga yang tak paham cara mengurus BPJS dan KIP. Itu kerja nyata kami,” jelas H. Musthafa.
Ia pun membuka pintu lebar-lebar untuk bersinergi.
“Di Milad ini kami tidak ingin eksklusif. Kami mengajak semua Ormas, LSM, paguyuban, dan komunitas di Kepri untuk bersatu. Mari kita tinggalkan ego sektoral. Mari bersinergi bersama membangun Kepri yang lebih peduli dan lebih bermartabat,” ajaknya.
Bazaar UMKM yang akan digelar nanti dipastikan akan menjadi magnet warga. Selain menjadi ajang syukuran, bazaar ini diharapkan menjadi ruang kebangkitan ekonomi pelaku UMKM lokal di tengah himpitan ekonomi.
(Budi)














