METROBATAM.COM, BINTAN – Di bawah terik matahari pesisir Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Liusman Laia berdiri menatap tanah tempatnya mengadu nasib. Bagi seorang buruh tani, kedua kaki bukan sekadar penopang tubuh, melainkan modal utama untuk menyambung hidup dan menghidupi keluarga.
Namun, musibah kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu sempat merenggut separuh langkahnya. Keputusan medis untuk melakukan amputasi tak hanya mengambil salah satu kakinya, tetapi juga menguji keteguhan hatinya untuk terus bertahan.
Kamis (20/8/2026), menjadi hari yang membekas bagi Liusman. Langkah yang sempat terhenti kini menemukan kembali harapannya. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bintan hadir secara langsung menyerahkan bantuan berupa satu set kaki palsu untuknya.
Bagi Liusman, bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu medis, melainkan jembatan untuk kembali mandiri dan menjejakkan kaki di ladang. Raut haru tak dapat disembunyikan dari wajahnya saat alat penopang tubuh itu kini memungkinkannya menatap masa depan dengan lebih optimis.
“Kami ingin Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum dan pelayanan lalu lintas, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban Pak Liusman, membantu aktivitasnya, serta memberikan semangat untuk kembali beraktivitas,” ujar Kasatlantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano, S.H., M.H., dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).
Aksi sosial ini memperlihatkan sisi humanis kepolisian yang bergerak di luar rutinitas penegakan hukum di jalan raya. Kehadiran personel kepolisian di pemukiman warga Teluk Bakau hari itu menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam merangkul korban kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan uluran tangan.
Tak berhenti pada penyerahan kaki palsu, kepedulian sosial tersebut juga dirasakan oleh warga sekitar. Sebanyak 10 paket sembako disalurkan kepada keluarga kurang mampu di lingkungan setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok harian mereka.
Langkah kecil yang diinisiasi di Teluk Bakau ini menjadi penanda bahwa kepedulian sosial mampu mengembalikan harapan yang sempat redup, sekaligus mempererat ikatan antara aparat kepolisian dan masyarakat yang melayaninya. (Ilh4m)














