Metrobatam.com, Batam – Ketua MPKW Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia, Ir. Hotman Hutapea mengatakan, Dalam rangka Rakernas I MPK Indonesia Majelis Pendidikan Kiristen di Indonesia ini sudah berjalan dari tahun sebelumnya. Rakernas I MPK ini yang kedua, karena mengundang para-para Sekolah dan anak-anak sekolah juga diundang. Anak-anak sekolah yang hadir disini ada sekitar 634 dari 12 sekolah turut menghadirin. menuju Rakernas I MPK Indonesia yang terbaik dan sukses Batam, 2-4 November 2017 di Harmoni One Hotel.
Dari berbagai sekolah yang beda, anak-anak sekolah ini telah membawa tarian yang berbeda suku seperti suku melayu, suku batak, suku sunda, suku jawa, suku madura, suku betawi, suku minangkabau, dll. Ini suatu kebanggaan buat anak-anak sekolah swasta di Batam maupun di Kepri, karena mereka punya bakat talenta yang ada. Dengan ada bakat talenta mereka yang ada, motivasi belajar didalam sekolah akan sangat baik.
Sementara itu, Sebenarnya tidak membedakan sekolah swasta atau sekolah Negeri, perebedaan sekolah ini tidak membuat suatu kejanggalan. “Apa lagi dengan membedakan agama’, semua sekolah itu sama. Karena tergantung anak-anak kita juga, kemana mereka bersekolah. Apa mereka kesekolah swasta atau kesekolah negeri. Bukan karena ada paksaan dari orang tua, tapi keinginan anak-anak kita sendiri. Seperti anak saya ‘anak saya memilih sekolah swasta. Jadi tidak ada perbedaan sekolah negeri atau sekolah swasta, itu tergantung anak-anak kita juga.
Menurut saya kedepannya, Marilah para orangtua saling mengerti dan saling memahami bagi untuk anak-anak kita ” apa yang diinginkan oleh anak-anak kita untuk masa depan mereka dengan tujuan masa depan belajar anak-anak kita.
Tamabahan Ir David J. Tjandra, M.A, Ketua Umum MPK ‘Dalam tiap lima tahunan kan kita punya kongres dalam Kongres 5 tahun itu, setelah berbagai keputusan-keputusan program nanti dalam antara lima tahunan itu akan dilaksanakan program nya. Karena setiap tahun jadi kita selalu evaluasi 5 tahun ke waktu keputusan kongres yang sebagaimana hasil kongres tersebut. Diantara nya yang kita lakukan Rakernas, Rakernas yang kita lakukan akan menjadi motivasi yang baik. Jadi “kenapa, disebut Rakernas satu modal konkret dekat’, sebenarnya kalo dibilang Rakernas itu sudah 81 kali dari 16 langkah disebutkan lima tahunan ini.
Kita sudah evaluasi merupakan program-program 1 tahun ke depan lagi, tapi seperti “apa supaya kita bisa maksimalkan salah satu subtema yang kita penting itu dalam mengembangkan Sinergi-sinerginya ke dalam kolaborasi nya keluar. Jadi sinerginya bagaimana yang dilaksanakan untuk semua Sekolah-sekolah Kristen atau yayasan-yayasan yang dari 363 itu. Bahwa haruslah mensinergikan dengan pendidikannya sudah bagus ada peningkatan bukan peningkatan nya dibawah, justru bagaimana yang bagus ini menolong yang di bawah dan saling membantu.
Kolaborasinya itu ke pihak luar ke gereja dan Ke pemerintah, Tadi kita juga sudah coba menyampaikan usulan kita ke pemerintah, agar perguruan swasta ini menjadi Mitra daripada pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa. Cuman sekarang ini kan kita melihat pemerintah lebih fokus pada sekolah-sekolah Negeri sehingga daripada ke sekolah-sekolah swasta dan tidak ada dukungan sama sekali, begitu juga sekarang sekolah negeri banyak yang gratis daripada sekolah swasta. Sebenarnya bagus dukungan mengenai APBD dan APBN tapi bagi sekolah swasta ini jadi malah kekurangan murid, karena murid akan banyak pindah Sekolah Negeri dan akhirnya banyak sekolah sekolah swasta akan tutup.
Bagaimana supaya ada keseimbangan ini, di antara sekolah negeri dan swasta, jadi ini kita berpikir nanti akan kah seperti apa berikan rekomendasi kepada sekolah negeri dalam hal penerimaan dab diseleks. Kemudian alokasinya sehingga tidak saling tabrakan tidak saling kompetisi satu sama lain itu. Dari kolaborasi dengan pemerintah ada tiga hal bidang-bidang tersebut:
-Bidang pembinaan kependidikan menjadi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Kristen seperti yang harus melakukan terobosan training training.
-Bidang organisasi dan kerjasama dalam bidang organisasi kerjasama untuk pengembangan MPK wilayah-wilayah.
-Bidang hukum dan advokasi kebijakan-kebijakan yang pemerintah buat.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekarang ini harus lah kembangkan program-program ini dan kita diskusikan di dalam konstitusi dan komisi. Perguruan swasta di Sekolah Kristen ataupun Sekolah Muhammadiyah diseluruh Indonesia mengalami hal yang sama semua nya.
Tambahan jugadari Ketua Panitia Rakernas, Sony Christanto, SE,M.SITentunya Tujuan dari seminar ini adalah:
-Memberikan wawasan kepada guru sekolah Kristen mengenai Profesionalisme dan karakter guru yang berdampak 2 pada tertanamnya paradigm baru dalam menekuni mereka sebagai guru
-Dengan memahami dan menerapkan nilai2 profesionalisme dan karakter, Diharapkan guru2 di sekolah kristen bisa menjadi teladan dan dapat menginspirasi peserta didik yang berdampak pada peningkatan mutu pendidkan di sekolah Kisten serta menjadi daya tarik sendiri
-Bagaimana Mememutus mata rantai kekerasan terhadap anak dilingkungan sekolah, Rumah dan ruang Publik.
-Kemuadian siang ini diakukan pembukaan RAKERNAS 1 MPK 2017 yang dikuti oleh 20 MPKW yang ada di seluruh Indonesia yang akan berangsung selama 2 hari kedepan 2- Nov 2017.
Dengan mengusung Tema “Yesus Kristus adalah Guru dan Gembala Agung” dengan Sub Tema “Mengembangkan Sinergi dan Kolaborasi Intenal dan Ekstenal untuk meningkatkan kualitas pendidikan Kristen di Indonesia dalam bingkai Nilai-nilai Pancasila dan NKRI. (Toni Simamora)















