Jenazah Nenek Dibopong Bergantian Sejauh 13 Km karena Ditolak Ambulans

Metrobatam, Sungguminahasa – Jenazah nenek yang meninggal di salah satu puskesmas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terpaksa dibopong bergantian oleh warga ke rumah duka sejauh 13 kilometer. Aksi memikul jenazah tersebut pun sangat disayangkan oleh warga Gowa karena sebelumnya ditolak dibawa menggunakan ambulans.

Aksi memikul jenazah seorang nenek yang meninggal di puskesmas usai menjalani perawatan medis ini terjadi di Kampung Batu Malonro, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Read More

Jenazah sang nenek bahkan harus dipikul secara bergantian oleh keluarganya hingga ke rumah duka yang jaraknya mencapai 13 kilometer hanya lantaran ditolak diangkut oleh petugas puskesmas setempat dengan menggunakan mobil ambulans yang ada.

Video yang diunggah oleh salah seorang warga beberapa waktu lalu ke sejumlah akun media sosial ini pun langsung mendapat sorotan dan viral di media sosial. Haji Arief warga setempat sangat menyayangkan petugas puskesmas yang menolak mengantarkan jenazah sang nenek ke rumah duka yang diketahui tidak memiliki biaya.

Dia berharap agar pemerintah tidak pandang bulu dalam membantu masyarakatnya terlebih bagi warga yang kurang mampu. “Saya berharap kejadian seperti ini adalah yang terakhir kalinya dan tidak lagi terulang,” tandasnya.

Pemotor Bonceng Tiga Bawa Jenazah

Sementara video polisi lalu lintas menyetop pengendara motor berbonceng tiga yang ternyata membawa jenazah viral di media sosial. Kejadian itu terjadi di ruas jalan PT Petro China, Desa Pandan Lagan, Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Dalam video berdurasi 20 detik tersesbut terlihat pria pengendara motor matik membonceng dua orang di belakangnya. Ternyata yang duduk di tengah sudah meninggal dunia. Begitu melintas di jalan, mereka diberhentikan Tim Patroli Satlantas Tanjung Jabung Timur yang sedang patroli.

Kemudian setelah diberhentikan ternyata pembonceng yang diapit telah meninggal dunia,” tulis akun Instagram @satlantas_tanjabtimur dalam keterangan video tersebut seperti dikutip Okezone, Selasa (24/7).

Menurut keterangan pengendara hendak dibawa ke Puskesmas, namun meninggal dunia saat diperjalanan. Segera Tim Patroli memindahkan jenazah ke mobil patroli dan mengantar ke rumah duka.”

Aksi polisi yang membantu memulangkan jenazah tersebut menuai simpati dan pujian dari warganet.

Kasat Lantas Polres Tanjung Jabung Timur, AKP Tesmirizal tidak tahu siapa yang mengunggah pertama kali video tersebut ke media sosial hingga anggotanya mendapatkan pujian.

Menurutnya kejadian tersebut terjadi di ruas jalan PT Petro China, Desa Pandan Lagan, pada Senin 23 Juli kemarin sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, empat anggota Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur sedang berpatroli di jalan tersebut.

Saat melintas, tiba-tiba melihat ada pengendara motor berboncengan tiga, namun setelah ditanyai polisi ternyata mereka hendak membawa pulang jenazah keluargnya yang meninggal karena sakit ke rumah duka.

Keempat anggota lalu lintas tersebut kemudian memberhentikan sepeda motor tersebut dan bertanya kepada warga itu, kenapa ada yang sakit namun dijawab oleh warga sudah meninggal pak dan kemudian polisi langsung membantu membawa jenazahnya untuk di antar ke rumah duka.

“Video tersebut memperlihatkan anggota lalu lintas kita langsung bereaksi dan menolong warga untuk mengantarkan jenazah tersebut ke rumah duka yang berjarak 20 kilometer tepatnya di Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi,” tutur Tesmirizal seperti dikutip dari Antara. (mb/okezone)

Related posts