Menparekraf Kunker ke Sumbar Pastikan Prokes di Destinasi Wisata

(Foto: Dok. Humas Kemenparekraf)

Metrobatam.com, Padang – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno akan memastikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan kesiapan destinasi wisata di Sumatera Barat (Sumbar) dalam menyonsong adaptasi kebiasaan baru, sehingga wisatawan bisa berkunjung dengan aman dan sehat.

Hal ini disampaikan Menparekraf begitu tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang, Sumbar, Rabu (21/4/2021) untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Sumbar hingga 23 April 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Menparekraf Sandiaga saat tiba langsung disambut Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial, dan Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Taufik Ramadhan.

Menparekraf dan rombongan kemudian langsung meninjau penerapan protokol kesehatan di bandara. Mulai dari pengambilan bagasi hingga deklarasi kesehatan E-HAC.

“Hari ini kita memulai kunjungan kerja ke beberapa spot pariwisata di Sumatra Barat. Kunjungan ini juga sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi kita sebelumnya dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumbar salah satunya melalui industri kuliner yang telah mendunia, yaitu rendang. Jadi kita langsung gerak cepat dari rapat koordinasi tersebut,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf mengungkapkan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumbar ke depan akan menitikberatkan perpaduan antara kekuatan budaya dan keindahan alam. Di antaranya adalah pengembangan geopark serta wisata tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto yang merupakan tambang batu bara tertua di dunia.

“Kita ingin mengembangkan wisata berbasis heritage. Harapan saya dalam kunjungan ini dapat membangkitkan semangat kita, membuka peluang dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ungkap Sandiaga.

Menparekraf juga ingin memastikan penerapan protokol yang ketat dan disiplin itu dapat dilaksanakan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah sendiri telah menetapkan larangan mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

“Tentu ini kita harus sikapi karena saya mendapat laporan banyak masyarakat yang melakukan perjalanan di sebelum tanggal tersebut. Ini tentu harus kita sikapi dengan kewaspadaan dan kepatuhan. Kesiapan kita dalam mengantisipasi kunjungan masyarakat di tiap-tiap destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif harus dijaga,” ujar Sandiaga Uno.

Menparekraf juga menuturkan ingin berdiskusi mengenai bagaimana menata ulang potensi pariwisata ramah muslim. “Sumbar punya pengalaman yang luar biasa karena sudah memiliki Perda. Saya ingin menggali dan memastikan potensi yang ada bisa kita kembangkan secara optimal,” tutur Sandiaga.

Terakhir Menparekraf menyatakan Sumbar yang sudah memiliki banyak pesona dalam menggelar sejumlah event pariwisata hingga sport tourism tentu tak boleh diabaikan, “Kegiatan ini yang ingin kita padukan karena sebagian dari kunjungan saya di sini juga ingin mempersiapkan agar event-event yang sudah kami launching, termasuk event berskala nasional dan berskala regional ini bisa terkurasi dengan baik dan diberi pendampingan,” kata Sandiaga.

Sesuai Konsep Wisata Ramah Muslim

Sementara itu Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah, mengatakan pihaknya siap untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal tersebut dikatakannya juga sejalan dengan konsep pariwisata ramah muslim yang juga mengedepankan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

“Bahwa hotel, restoran, dan sektor kuliner kita sudah siap untuk memenuhi seperti yang disampaikan bagaimana kita memenuhi unsur-unsur kebersihan, kesehatan, dan lainnya. Kita juga sudah siapkan turunan dari Perda (wisata ramah muslim) tersebut di tahun ini,” kata Mahyeldi.

Dalam catatan agenda Menparekraf, kunjungan kerja ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menparekraf dengan 11 bupati dan wali kota se-Sumatra Barat yang berlangsung beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dalam pertemuan sebelumnya, para bupati dan wali kota mengajukan beberapa usulan program kerja termasuk pembangunan baik fisik maupun non fisik.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan ini didampingi Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kemenparekraf/Baparekraf Dadang Rizki Ratman, serta Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Oni Yulfian.

(Basa/IP)

Pos terkait