Ratusan Ton Matrial Proyek PT.Berkat Tunggal Abadi, Penuhi Pelabuhan Sedanau

Ratusan Ton Material Proyek PT.Berkat Tunggal Abadi Penuhi Pelabuhan Sedanau

Metrobatam.com-Natuna – Sebanyak ratusan ton material Proyek PT. Berkat Tunggal Abadi penuhi pelabuhan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat.

Hal itu dilakukan PT.Berkat tunggal abadi dengan alabi, bahwa tempat peletakan material tidak dimilikinya. Padahal proyek yang menelan, dana APBN dari Kementrian Perhubungan itu, dengan nilai Rp. 12.018.833.721 sudah tentu didalam Pekerjaan, pihak Kontraktor, wajib mempersiapkan tempat yang pas, yang tidak merusak lingkungan sekitar, apalagi itu pelabuhan salah satu akses masuk Tranportasi laut yang ada di Sedanau, jika rusak tentu merugikan warga Sedanau.

Bacaan Lainnya

David selaku pengawas, proyek yang ditunjuk oleh PT.Berkat tunggal abadi, saat dikonfirmasi senin (20/9/21) menyebutkan, bahwa material proyek yang saat ini, diletaknya di pelabuhan Sedanau, memang secara izin, saya tidak pernah meminta izin kepada pihak kecamatan Bunguran Barat, maupun kelurahan Sedanau.

Tetapi secara lisan, saya sudah minta izin ke Aal, perwakilan dinas Perhubungan Propinsi Kepri dan mereka sudah mengizinkannya. Makanya saya taruh material itu di sini.

Berbedahalnya Herman salah satu masyarakat Sedanau, saat dimintai keterangan senin (20/9/21) terkait adanya penumpukan Material di Lokasi Pelabuhan,merasa keberatan akan yang dilakukan PT. Berkat tunggal, “ini sama saja merusak pelabuhan sedanau, jangan karena mau bangun pelabuhan baru, yang lama jadi rusak.”

“Terus nanti kalau kapal Perintis masuk gimana mau bongkar muat disini. Jangan mau semena-mena pula, mentang-mentang Proyek Pusat, mau se enak-enaknya, saja taruh material di Pelabuhan dan apalagi itu tanpa izin.” Tegas Herman.

Selanjutnya Herman juga berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, agar kiranya memberikan teguran akan apa yang telah di lakukan PT. Berkat Tunggal ini, kalau bisa bapak Anggota DPR, kita turun, lihat kondisi pelabuhan Sedanau, yang ditumpukan Material hingga Ratusan Ton ini.

Hingga berita ini diterbitkan awak media ini belum bisa memintai keterangan dari Perwakilan Dinas Perhubungan Propinsi Kepri serta Ketua Komisi II DPRD Natuna (Rudini)

Pos terkait