Metrobatam.com, Kotamobagu – 30 Duta Kakao yang diutus mewakili Daerah Kota Kotamobagu akan segera datang, kepulangan mereka dibahas langsung oleh 15 Kepala Desa yang dipimpin Asisten III Agung Adati, bertempat di ruang kerjanya, Rabu (10/12/2025).
30 Duta Kakao tersebut diutus untuk mengikuti studi Budidaya Tanaman Kakao di Tarengke Luwuk Timur, Makassar.
Dimana, Duta Kakao utusan Kotamobagu ini, dengan modal ilmu pengetahuan yang diadopsi dari PT Mas Indonesia, akan mengimplementasikan langsung kepada para Petani Kakao di Kotamobagu, melalui proses pendampingan.
Usai memimpin rapat, Asisten III Pemkot Kotamobagu, Agung Adati, mengatakan bahwa bersama 15 Kepala Desa, mereka membahas berbagai persiapan menyambut kedatangan Duta Kakao Kotamobagu, yang diutus beberapa waktu lalu, untuk menimbah ilmu di PT Mas Indonesia terkait Budidaya Tanaman Kakao.
“Kita membahas persiapan kepulangan 30 duta Kakao, yang di kirim bulan lalu untuk belajar tentang proses penamanan hingga perawatan tanaman kakao, tujuannya untuk meningkatkan kualitas petani, serta produksi hasil tanaman Kakao di Kotamobagu,” Kata Agung Adati.
Dia menjelaskan tentang keberadaan Duta Kakao yang mengikuti studi di Luwuk Timur selama satu bulan.
“Disana mereka mengikuti pendidikan selama 30 hari, dimana 80 persen praktek, dan 20 persen materi, yang di berikan para instruktur PT Mas Indonesia, termasuk proses pembuatan pupuk kompos, proses penyambungan pucuk, sambung samping, hingga cara bagaimana proses penanaman di daerah datar, maupun kemiringan lahan,” Tambah Asisten III
Agung mengungkapkan, jika para Duta Kakao setelah berada di kotamobagu, akan menjadi fasilitator untuk petani Kakao, karena mereka sudah membuat kesepatakan dengan pemerintah desa.
“Mereka sudah membuat MOU dengan seluruh Kepala Desa, dimana para Duta Kakao, akan membantu petani Kakao di Desa, secara gratis. baik itu baru menanam, maupun tanaman yang sudah berbuah, mereka wajib mendampingi,”urainya.
Terpisah Muliono Mokodompit, Sangadi Desa Pontodon, usai mengikuti rapat berharap jika para duta yang akan kembali bisa menciptakan inovasi baru kepada petani Coklat di Kotamobagu, agar tingkat produksi bisa lebih meningkat.
“Harapannya mereka mampu mengimplementasikan hasil pelatihan tentang Coklat, untuk para petani Coklat di Kotamobagu,” singkat Muliono.














