BUKITTINGGI, METROBATAM.COM — Pengajian pagi hari ini menyampaikan pesan moral yang mendalam kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan dalam memuliakan pejabat maupun orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan, melainkan lebih memfokuskan diri pada penguatan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, penceramah mengingatkan bahwa fenomena di tengah masyarakat saat ini kerap menunjukkan sikap yang berubah-ubah terhadap seseorang berdasarkan jabatan yang diemban.
Ketika seseorang masih menjabat, perhatian dan kepedulian begitu besar, mulai dari menanyakan kesehatan hingga berbagai bentuk penghormatan. Namun, saat jabatan tersebut telah berakhir, perhatian itu perlahan menghilang dan bahkan cenderung diabaikan.
“Yang perlu kita perkuat bukanlah kedekatan dengan jabatan, melainkan kedekatan kita kepada Allah SWT. Hidup di dunia ini hanya sementara, jabatan dan kekayaan tidak akan kita bawa hingga akhirat,” ungkap penceramah di hadapan jamaah.
Lebih lanjut disampaikan, kebiasaan sebagian masyarakat yang terlalu menyanjung pejabat dan orang kaya perlu direnungkan kembali. Sebab, ketika seseorang diuji dengan masalah, musibah, atau kesulitan hidup, tidak jarang justru Allah SWT yang menjadi tempat mengadu terakhir setelah sebelumnya banyak bergantung pada manusia.
“Ketika kita terjatuh atau diberikan ujian oleh Allah SWT, sering kali kita mengeluh. Padahal pejabat atau orang kaya yang dulu kita sanjung belum tentu mau mendengarkan keluhan kita. Yang selalu mendengar dan membuka pintu pertolongan hanyalah Allah SWT,” tambahnya.
Pengajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menata kembali orientasi hidup, tidak silau oleh jabatan dan harta, serta lebih mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Dengan iman dan takwa yang kuat, setiap ujian hidup diyakini dapat dihadapi dengan lebih tenang dan penuh keikhlasan.
(Basa)














