Tolong Pak Gubernur Kepri! Pelabuhan Penuba Miring, Nyawa Warga Jadi Taruhan

METROBATAM.COM, LINGGA – Bukan lagi sekadar miring, tapi sudah mengancam nyawa. Begitulah potret Pelabuhan Apung Penuba hari ini, satu-satunya urat nadi transportasi laut bagi ribuan warga Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga.

Setiap pagi, pelabuhan ponton yang menghubungkan rute Penuba – Jagoh itu dipadati anak sekolah berseragam, guru, tenaga kesehatan, hingga pedagang. Ironisnya, pijakan yang mereka andalkan setiap hari itu kini bocor dan miring, siap menelan korban kapan saja.

“Pelabuhan ini akses utama masyarakat, anak-anak sekolah, para guru. Kondisinya sekarang sangat memprihatinkan dan perlu segera diperbaiki,” ujar Hendrik, pengemudi pompong penyeberangan, dengan nada cemas, Kamis (30/7/2026).

Jeritan Hendrik adalah jeritan seluruh warga Selayar.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti keluhan yang kian nyaring, Camat Selayar H. Abdul Kamar bersama para kepala desa turun langsung ke lokasi. Fakta di lapangan lebih buruk dari laporan. Ponton penyangga pelabuhan bocor parah hingga menyebabkan kemiringan yang signifikan.

Yang membuat warga semakin pilu, perjuangan ini bukan baru kemarin.

Abdul Kamar mengungkapkan, usulan pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan sudah diperjuangkan sejak tahun 2020. Dari Musrenbang kecamatan, kabupaten, hingga bolak-balik mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, hasilnya masih nihil.

“Selama ini kami terus memperjuangkan agar pelabuhan apung ini menjadi prioritas. Bahkan bersama para kepala desa kami sudah beberapa kali datang langsung ke Dishub Provinsi,” tegas Abdul Kamar.

Kini, harapan terakhir warga Selayar hanya tertuju pada satu orang.

“Kami memohon kepada Bapak Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, kiranya dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk pembangunan atau rehabilitasi Pelabuhan Apung Penuba. Ini urat nadi transportasi masyarakat Selayar. Demi keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna,” pintanya.

Bagi Selayar yang masih sepenuhnya bergantung pada laut, pelabuhan apung bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah sekolah, pasar, dan rumah sakit yang menghubungkan kehidupan.

Warga berharap, kali ini jeritan dari ujung Selayar itu benar-benar didengar.

(Awalludin) 

Pos terkait