Di Era Digital, Warga Lingga Masih Berburu Sinyal

LINGGA, Metrobatam.com – Di saat pemerintah mendorong digitalisasi hingga ke pelosok, warga di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, justru masih harus berjuang untuk sekadar mendapatkan sinyal.

Keluhan keras terhadap buruknya kualitas jaringan Telkomsel kembali mencuat. Warga menyebut koneksi internet tidak hanya lambat, tapi juga tidak stabil dan kerap hilang tanpa peringatan, sehingga melumpuhkan aktivitas harian.

Salah satu titik terparah dirasakan warga Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek. Di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada jaringan seluler itu, hilangnya sinyal berarti putusnya akses komunikasi, informasi, hingga ekonomi.

Joni, warga Desa Posek, menggambarkan frustrasinya. Menurutnya, kualitas jaringan di desanya naik-turun secara misterius.

Bacaan Lainnya

“Jaringan tidak stabil. Kadang ada, tetapi tiba-tiba hilang atau sangat lambat. Untuk WhatsApp saja terkadang susah, apalagi kalau mau melakukan panggilan atau mengirim sesuatu,” ujar Joni, Sabtu (22/08/2026).

Kondisi ini, kata Joni, bukan kejadian sehari dua hari, melainkan gangguan berulang yang tak kunjung ada solusi.

Kadir, pemilik warung kopi di Posek, mengaku omzetnya ikut terganggu. Saat ini warung kopinya bukan hanya tempat ngopi, tapi juga kantor dadakan bagi warga dan anak muda yang butuh internet.

“Sekarang internet sudah menjadi kebutuhan. Pelanggan datang bukan hanya untuk minum kopi, tetapi juga bekerja dan berkomunikasi menggunakan internet. Kalau jaringan tiba-tiba hilang atau lemot, tentu sangat mengganggu,” keluh Kadir.

Ia menegaskan, Telkomsel seharusnya tidak menganggap ini gangguan biasa.

Bukan Minta Istimewa, Hanya Minta Layak

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Lingga, tower telekomunikasi adalah nadi kehidupan. Keterbatasan transportasi membuat semua hal bergantung pada sinyal: belajar online, urusan pelayanan publik, hingga transaksi usaha.

“Kami berharap ada tindakan nyata. Kalau memang ada masalah pada tower atau jaringan, segera diperbaiki. Jangan masyarakat terus yang dirugikan,” tegas Kadir.

Warga Lingga tidak menuntut layanan istimewa. Mereka hanya ingin hak dasar di era digital: jaringan yang layak, stabil, dan bisa diandalkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel terkait keluhan warga Desa Posek. Masyarakat berharap operator pelat merah itu segera turun melakukan pengecekan infrastruktur dan meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah kepulauan.

Penulis: Awalludin

Pos terkait