Bandara Sabu Marina Park Menolak Bantuan Hukum

 

Metrobatam.com, Batam – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imanuel Tarigan, membacakan dakwaan terdakwa Choky Kenedy pemilik dan pengedar sabu seberat 15,8 gram. Ia dijerat melanggar pasal 114 ayat (2) atau kedua pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika golongan 1.

Read More

Sesuai pasal yang didakwakan JPU, maka hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal seumur hidup, bahkan bisa dihukum mati. Terdakwa menolak didampingi Penasehat Hukum (PH), sekalipun majelis hakim telah memberitahukan bahwa hukumannya tinggi.
“Mau menghadap sendiri Yang Mulia,” kata Choky, menolak tawaran Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo, Ketua Majelis Hakim yang mengadili dan memeriksa perkara tersebut.

Lantaran terdakwa menolak, majelis hakim pun tak mengeluarkan penetapan pendampingan Penasehat HUkum (PH), dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum).

Diuraikan dalam surat dakwaan, pada Sabtu 24 Oktober 2015, Choky dari Lubuk Baja pergi ke Simpang Dam, Mukakuning membeli sabu sebanyak dua sak, dari seorang bernama Wak Man seharga Rp8 juta. Terdakwa, membawa sabu itu ke tempat kostnya di Perumahan Marina Park Blok T nomor 1, Lubuk Baja.

Setelah di kost, sabu sebanyak dua sak itu dibagi menjadi 11 paket dengan berat masing-masing berbeda. Sebelum ditangkap Polisi, terdakwa sudah sempat mengedarkan sekitar empat paket kepada orang lain. Polisi mengamankan barang bukti dari tangan terdakwa tujuh paket, satu ditemukan di dalam kantong celana dan enam di kamar kost. Berat total sabu tersebut mencapai 15,8 gram. (nikson simanjuntak )

Related posts