Tingkatkan Pelayanan, DPRD Minta Pemkab Karimun Tambah Alkes RSUD

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Karimun – DPRD Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, meminta pemerintah daerah setempat menambah peralatan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien.

“Terutama peralatan medis penyakit jantung. Kalau peralatannya tidak dilengkapi, maka keberadaan dokter spesialis jantung di RSUD Karimun tidak akan ada gunanya,” kata Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat usai rapat dengar pendapat bersama manajemen RSUD Karimun di Gedung DPRD Karimun, Senin.

Bacaan Lainnya

Yusuf Sirat mengatakan, pengadaan dokter spesialis jantung merupakan langkah maju dalam mewujudkan RSUD Karimun sebagai rumah sakit rujukan, terutama bagi pasien dari pulau-pulau, termasuk pasien dari kabupaten lain yang berbatasan dengan Karimun, seperti Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Menurut dia, keberadaan dokter spesialis jantung merupakan aset bagi RSUD Karimun yang telah berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dengan status BLUD, lanjut dia, RSDU Karimun dapat mengelola sendiri keuangannya untuk melengkapi sarana dan prasarana medis, tanpa menunggu penganggaran dalam APBD.

Namun demikian, kata politikus Partai Golkar itu, pemerintah daerah tetap memiliki peran dalam memperhatikan kebutuhan peralatan dan prasarana medis karena kemampuan anggaran RSUD juga terbatas.

“Meski berstatus BLUD, RSUD Karimun tetap mengedepankan fungsi sosial pelayanan kesehatan, jadi tidak semata mencari keuntungan. Fungsi inilah yang harus ditopang perhatian pemerintah daerah karena RSUD adalah fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah,” tuturnya.

Berdasarkan rapat dengar pendapat bersama manajemen dan direksi RSUD Karimun, ia menilai pelayanan rumah sakit pelat merah itu makin membaik setelah statusnya diubah menjadi BLUD.

“Secara umum sudah bagus, pelayanan terhadap pasien juga makin baik. Tidak ada lagi keluhan pasien soal ruangan yang panas karena pendingin ruangan rusak. Tapi harus terus ditingkatkan agar lebih mandiri. Status BLUD diberikan agar RSUD dapat mengelola sendiri keuangannya, seperti membeli obat-obatan, dan sarana lainnya,” ucapnya.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karimun Suharyanto mengakui pelayanan penyakit jantung masih belum maksimal karena keterbatasan peralatan medis penyakit tersebut.

“Pelayanan spesialis jantung sudah berjalan, tapi penanganan medisnya masih sederhana dan manual, belum didukung peralatan memadai. Kami belum bisa membeli sendiri karena harga peralatan yang dibutuhkan itu cukup mahal,” ucap Suharyanto.

Dengan hadirnya pelayanan penyakit jantung, lanjut Suharyanto, pasien-pasien dari pulau-pulau dapat dilayani sehingga tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain.

“Asalkan peralatannya dilengkapi, maka kita tidak perlu lagi merujuk pasien penyakit jantung ke rumah sakit lain,” ucapnya.(Mb/Antara)

  • Whatsapp

Pos terkait