Prabowo Sebut Ekonomi Kebodohan, Ma’ruf: Saya Ekonomi Optimistik

Metrobatam, Tangerang Selatan – Cawapres Ma’ruf Amin mengaku optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuat tonggak pembangunan ekonomi yang luar biasa.

“Saya ekonomi optimistik, tidak ekonomi pesimistik. Saya sangat optimis yang diletakkan Pak Jokowi itu patok-patok milestone. Yang akan nanti terjadi lompatan apabila kita mampu memaksimalkan maximize utility yang ada,” kata Ma’ruf di Pondok Pesantren Jagat Arsy, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/10).

Read More

Dia tak mempermasalahkan ucapan capres pesaingnya, Prabowo Subianto, soal ‘ekonomi kebodohan’. Menurutnya, akan terjadi lompatan ekonomi ke depan jika bisa memaksimalkan yang telah dibuat oleh Jokowi.

“Saya kira boleh saja, tapi kalau buat saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi itu kan milestone, tonggak-tonggak pembangunan ekonomi yang besar dan luar biasa. Memang sekarang belum, tapi nanti kita berikan potensi yang sudah ada ini memberi maximize utility namanya,” ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung soal istilah ‘ekonomi kebodohan’ saat rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Timur, Kamis (11/10). Istilah itu disebut Prabowo karena ia mengklaim jutaan hektare tanah dikuasai swasta.

“Tapi kita lihat sekarang jutaan hektare tanah kita dikuasai oleh perusahaan swasta, mereka bawa uangnya ke luar negeri. Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib ini, menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi,” kata Prabowo.

Amin juga mengungkapkan bahwa usianya tak lagi muda. Tapi Ma’ruf mengaku punya tujuan untuk generasi selanjutnya.

“Semua orang itu tahu kalau saya tua, Pak Jokowi juga tahu saya tua. Tapi Pak Jokowi memilih saya, berarti nyaman. Orang tua mana mau jadi wakil presiden? Tapi saya mau menanam pohon bukan untuk diri saya, tapi saya menanam pohon untuk generasi selanjutnya. Saya sudah siapkan landasan, sudah siapkan runway supaya nanti bersama Pak Jokowi bisa Mikraj, bukan Isra saja,” kata Ma’ruf dalam sambutannya saat menghadiri Thoriqoh Qodariyah Naqsabandiyah se-Jabodetabek di Pondok Pesantren Jagat Arsy, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/10).

Meski usia sudah tua, Ma’ruf mengaku punya semangat muda. Semangat ini juga ditunjukkan Ma’ruf saat bertemu dengan Mahathir Mohamad. “Saya lebih muda, semangat muda saya tumbuh,” katanya.

Selain itu, Ma’ruf menerangkan tugas yang harus dijalaninya saat pindah ke jalur struktural.

“Tugas saya sama saja menjaga negara, menjaga agama, menurut ahlussunnah waljamaah dan untuk penguatan umat melalui pembangunan di bidang ekonomi,” paparnya.

Negara, menurutnya, harus dijaga agar tidak terjadi kegaduhan. Ma’ruf tak ingin ada kelompok yang merongrong Pancasila dan UUD 1945.

“Bagi saya, Pancasila itu titik temu antara berbagai elemen bangsa. Kebangsaan yang bertauhid. UUD ’45 adalah kesepakatan nasional, bangsa, dan negara. Jadi karena itu Pancasila, UUD ’45 adalah kesepakatan. Makanya saya menyebut negara ini negara kesepakatan,” sebutnya. (mb/detik)

Related posts