Diduga Kapal Asing Buang Limbah di Perairan Bintan

Diduga Kapal Asing Buang Limbah di Perairan Bintan

METROBATAM.COM|BINTAN Permasalahan limbah minyak di Bintan menjadi langganan di akhir tahun tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena berdampak langsung kepada Nelayan sekitar.

Menurut keterangan Ketua DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Provisi Kepulauan Riau (Kepri), Syukur Hariyanto, S.IP kejadian ini masih terus berlangsung dan merusak ekosistem dan terumbu karang perairan Bintan pesisir.

Bacaan Lainnya

“Kejadian ini sudah menjadi langganan tiap tahun kita, mengotori pantai pesisir, merusak terumbu karang dan menyulitkan nelayan tradisional,” terangnya Syukur saat diwawancarai melalui media telepon, Sabtu (25/09/21) malam.

Menurut dugaan Syukur kejadian ini dilakukan oleh kapal Asing yang masuk keperbatasan dan membuang libah di perairan Bintan pesisir.

“Jadi secara prosedur mereka harus mencuci Tankinya di Malaysia atau Singapore, karna biayanya besar, jadi oknum-oknum tertentu melakukan di tengah laut,” tuturnya.

“Mereka ini membuang limbah minyak tidak secara langsung, mereka bungkus dulu baru mereka buang,” tambahnya.

Ketua Umum DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Bintan, H. Baini mengharapkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat, maupun Provinsi Kepri.

“Sudah banyak Kawan-kawan yang mengeluhkan masalah limbah ini, kalau terus berulang-ulang kasihan para nelayan dan terumbu karang di laut,” jelas baini
Dalam penyampaiannya Baini meminta perhatian dari Gubernur Kepulauan Riau agar masalah ini dapat terselesaikan.

(Erlangga/Bud)

Pos terkait