Metrobatam, Banjarnegara – Gempa berkekuatan 4,4 SR mengguncang Banjarnegara Rabu siang. Satu anak tewas tertimpa tembok yang ambruk karena guncangan gempa itu.
“Ya, ada korban satu meninggal dunia, Asep, (siswa) kelas 5 SD,” ujar Sekdes Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Sodikin kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (18/4).
Asep tertimpa tembok rumah warga yang runtuh akibat gempa. Diketahui saat kejadian, Asep sedang bermain di dekat SD Kasinoman. Sodikin menjelaskan, Asep sempat dibawa ke Puskesmas Kalibening. Namun nyawanya tak tertolong. “Meninggal di sana (di Puskesmas Kalibening),” lanjutnya.
Gempa ini juga menyebabkan bangunan SMPN 2 Kalibening Banjarnegara rusak. Ratusan rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Gempa itu terjadi pukul 13.28 WIB, di darat pada kedalaman 4 kilometer dan jarak 52 kilometer utara Kebumen. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal. Awalnya dilaporkan gempa kekuatan 4,2 SR dengan kedalaman 10 km namun direvisi 4,4 SR kedalaman 4 km,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Rabu (18/4).
Ratusan rumah dan bangunan rusak serta sejumlah warga mengalami luka-luka. Gempa itu terjadi pada pukul 13.28 WIB di darat pada kedalaman 4 kilometer dan jarak 52 kilometer utara Kebumen. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal. Awalnya dilaporkan gempa kekuatan 4,2 SR dengan kedalaman 10 km, namun direvisi 4,4 SR kedalaman 4 km,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Rabu (18/4).
Sutopo menjelaskan gempa itu dirasakan kuat di wilayah Banjarnegara dan membuat warga berhamburan ke luar rumah. Sejumlah bangunan, seperti rumah, sekolah, dan masjid, mengalami kerusakan.
“Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, kerusakan bangunan terparah di Dusun Kebakalan, Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bangunan rumah, sekolah, dan masjid di 3 RT dengan jumlah penduduk 136 KK mengalami kerusakan. Beberapa rumah roboh, gedung SMKN 2 Kalibening Banjarnegara pada atap genteng di 3 kelas ambrol, plafon ambrol, dan genteng masjid rontok,” terangnya.
Penampakan genteng bangunan rontokPenampakan genteng bangunan yang rontok. (Foto: dok BPBD)
Tak hanya itu, beberapa warga juga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan tersebut. Meski begitu, belum diketahui pasti jumlah korban dalam peristiwa ini.
“Beberapa warga mengalami luka-luka tertimpa reruntuhan bangunan dibawa ke puskesmas terdekat dan sebagian warga diungsikan ke rumah warga di Dusun Gunung Tawang, Kecamatan Kertosari,” urainya.
Sutopo menambahkan saat ini BPBD, TNI, Polri, PMI, dan relawan sudah bersiaga di lokasi. Mereka mendirikan posko darurat di Kalibening dan melakukan pendataan. Sutopo mengimbau warga tidak panik dan mudah terpancing isu yang beredar.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. BMKG melaporkan hingga saat ini belum ada gempa susulan,” pungkasnya. (mb/detik)














