PAN Kepri Dukung Jokowi, Hanura Siap Terima PAN Asal Jangan ‘Mencla-mencle’

Metrobatam, Jakarta – Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali ketahuan menggelar pertemuan eksklusif. Partai Hanura punya dua dugaan atas pertemuan-pertemuan eksklusif itu.

“Pertemuan Pak Jokowi dan Bang Zul bisa jadi pertemuan dalam rangka kenegaraan saja,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah kepada wartawan, Rabu (8/8).

Bacaan Lainnya

Selain urusan kenegaraan, Inas memperkirakan ada pembahasan soal penjajakan koalisi. Dia pun mengaku siap menerima PAN bergabung di koalisi Jokowi.

“Tapi apabila pertemuan tersebut tentang penjajakan bergabungnya PAN ke koalisi Pak Jokowi, tentunya hak Pak Jokowi untuk menerima atau menolak,” ujarnya.

Namun Inas menyebut ada satu syarat yang harus dipenuhi PAN jika mau bergabung ke koalisi Jokowi. Apa itu?

“Bagi Hanura tidak ada masalah (PAN gabung), asalkan PAN konsisten dan jangan lagi mencla-mencle,” sebut Inas.

Zulkifli diketahui sempat bertemu dengan Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 24 Juli 2018. Pertemuan itu dilakukan sehari setelah Jokowi menerima 6 ketum parpol koalisi di Istana Bogor.

Pertemuan kedua antara Zulkilfi dan Jokowi digelar pada Selasa (7/8). Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan Jakarta.

PAN Kepri Dukung Jokowi

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Kepulauan Riau mengirimkan surat kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan perihal arah dukungan pengurus dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Surat tertanggal 3 Agustus 2018 itu berisi dukungan kepada Presiden Joko Widodo.

Surat yang beredar di kalangan wartawan itu merupakan respons atas surat DPP PAN Nomor PAN/Und/A/KU-SJ/099/VII/2018 tertanggal 31 Juli 2018.

“Mengamati kinerja pemerintah yang telah berjalan saat ini khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yang telah banyak membawa perubahan ke arah yang lebih baik, serta menyikapi dinamika yang berkembang di Provinsi Kepulauan Riau menjelang Pileg dan Pilpres 2019, maka DPW PAN Kepulauan Riau beserta seluruh jajaran yang berada di bawahnya telah sepakat memutuskan untuk mendukung Bapak Ir. H. Joko Widodo kembali memimpin pemerintahan Republik Indonesia untuk periode 2019-2024,” demikian isi surat tersebut.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua DPW PAN Kepulauan Riau, Abdul Hamid Rizal dan Sekretaris DPW PAN Kepulauan Riau Sukriadi, lengkap dengan stempel basah pengurus tersebut.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno tak membantah soal munculnya surat tersebut. Namun, Eddy mengaku belum membaca surat yang dikirimkan oleh DPW PAN Kepulauan Riau itu. “Saya belum baca,” kata Eddy saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (8/8).

Edy menganggap lumrah pengurus wilayah PAN menyampaikan pandangan tersebut. Pengurus pusat PAN menghormati perbedaan pandangan di internal partai.

“Andaikata surat tersebut benar adanya, saya tidak melihat ada yang salah dalam menyampaikan pandangan tersebut. Kami hormati perbedaan pandangan di PAN,” kata Edy.

Sikap resmi PAN soal dukungan pada Pilpres 2019 akan diputuskan usai menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Kamis (9/8), atau sehari sebelum tenggat pendaftaran capres-cawapres di Pemilu 2019.

Rakernas itu mengalami penundaan beberapa hari, dari yang semula dijadwalkan pada Minggu (5/8). Alasannya, ada sejumlah DPW PAN yang belum menyelesaikan rapat pleno dan memberikan rekomendasinya.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan masih terus membuka komunikasi dengan koalisi yang dipimpin Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Selain itu, Zulkifli sudah dua kali bertemu dengan Presiden Joko Widodo, akhir Juli 2018 di Istana Bogor dan kemarin di Istana Negara. (mb/detik)

Pos terkait