Metrobatam.com, Tanjungpinang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau, Rudi Chua mengucapkan terima kasih dengan para Aliansi Gerakan Bersama (Geber) yang telah memperjuangkan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Gurindam 12.
Karena menurutnya, berkat adanya campur tangan dari Geber dalam menyelesaikan permasalahan Gurindam 12 dapat terungkap dan menjadi perhatian Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.
“Dengan adanya permasalahan ini, UMKM di Gurindam 12 selama ini dianggap angin lalu sekarang menjadi perhatian khusus dalam permasalahan Gurindam 12,” ungkap Rudi Chua saat RDP bersama Geber, Senin(6/10) siang.
Anggota DPRD Dapil Tanjungpinang ini, berharap agar permasalahan UMKM ini dapat menjadi perhatian serius untuk dapat dicarikan jalan keluar terbaik.
“Penataan Gurindam 12 ini harus menjadi perhatian serius dan dilakukan penataan yang baik. Sehingga UMKM ini dapat melakukan usaha ekonomi dengan baik dan tenang,” tegasnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem, Bobby Jayanto yang akan membangun komunikasi dengan Gubernur terkait permasalahan ini.
“Mari kita bangun komunikasi yang positif untuk kebaikan kita bersama agar pelaku UMKM dapat terakomodir dengan baik. Jangan sampai ada pihak – pihak yang dirugikan,” sebutnya.
Hal serupa juga ditegaskan kembali oleh Ismiyati selaku anggota DPRD Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menegaskan akan tetap berjuang bersama para UMKM untuk mencari jalan keluar terbaik dari permasalahan ini.
“Kita kaji lebih lanjut kebijakan Gubernur ini, kalau memang baik kenapa tidak. Tetapi, kalau memang membawa dampak yang tidak baik tentunya kita tidak mau ini dilanjutkan,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Geber, Jusri Sabri berharap Pemprov Kepri agar mengumumkan pernyataan untuk menunda lelang tersebut untuk membenahi UMKM yang ada di Gurindam 12 terlebih dahulu.
“Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan gejolak lagi. Saya berpesan kepada para pedagang agar tidak terprovokasi dengan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
(Budi)














