METROBATAM.COM, BATAM – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal serta layanan penyelesaian utang tanpa izin yang kian meresahkan.
Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengungkapkan bahwa modus penipuan di ranah digital terus berkembang dengan berbagai cara. Salah satu yang kini banyak terjadi adalah penawaran jasa pelunasan utang pinjol, namun justru berujung pada jeratan utang yang lebih besar bagi korban.
Ia menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergoda dengan tawaran solusi instan dalam menyelesaikan masalah keuangan. Menurutnya, penting untuk memastikan bahwa setiap layanan yang digunakan telah memiliki izin resmi dari otoritas terkait.
“Jangan sampai niat untuk menyelesaikan masalah justru menimbulkan persoalan baru. Pastikan lembaga yang dipilih legal dan terpercaya,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Berdasarkan temuan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), terdapat sejumlah perusahaan yang menawarkan jasa konsultasi hingga pelunasan pinjol dengan skema yang berisiko tinggi.
Beberapa praktik yang perlu diwaspadai antara lain penggunaan logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pemerintah secara ilegal untuk meyakinkan calon korban. Selain itu, terdapat pula skema yang mendorong masyarakat mengambil pinjaman baru untuk menutup utang lama, hingga pemotongan biaya atau permintaan imbal jasa dalam jumlah besar dari dana pinjaman yang dicairkan.
Rudi menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan digital menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari praktik-praktik tersebut. Ia mengimbau warga untuk selalu memeriksa legalitas layanan, menjaga keamanan data pribadi, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Lebih lanjut, Pemko Batam bersama OJK Kepulauan Riau dan Satgas PASTI berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan guna menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan terpercaya.
“Kami berharap masyarakat Batam semakin cerdas dan kritis dalam menyikapi informasi. Keamanan digital dimulai dari kesadaran dan ketelitian,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam)














